Peringatan Sewindu Tragedi Bom 13 Mei: Toleransi Tumbuh, Tapi Luka Penyintas Masih Ada

Peringatan Sewindu Tragedi Bom 13 Mei: Toleransi Tumbuh, Tapi Luka Penyintas Masih Ada

PARA PEMUKA masing-masing agama hingga aliran penghayat berdoa bersama dalam peringatan Sewindu Bom 13 Mei di GKI Diponegoro pada Rabu, 13 Mei 2026.--Noventina Maria untuk Harian Disway

Yesaya lalu merangkak sampai ke aspal jalan raya, dan di sana ia mendengar ledakan yang lebih besar sekitar 5 sampai 10 meter darinya. Pada saat itu, ia sudah tidak ingat lagi peristiwanya karena kehilangan kesadaran.

BACA JUGA:PMMBN dan Kemenag Kanwil Jatim Lawan Intoleransi dan Radikalisme Lewat Diskusi Sapa Akar bangsa

BACA JUGA:Gencarkan Diskusi Wawasan Kebangsaan, Tekan Doktrin Radikalisme

Pemerintah, menurut Yesaya, memang ambil peran dalam penanganan korban bom 13 Mei itu. Namun, yang tidak disadari orang-orang adalah memahami posisinya sebagai korban. 

"Saat sesi konseling dengan psikiater. Saya disuruh melupakan. Bagaimana bisa lupa kalau rasa sakit di tangan dan kaki masih berasa? Itu yang saya sesalkan," ucapnya dengan raut masam. 

Kejadian itu selalu menghantuinya. Selama hampir satu tahun setelah kejadian, ia cenderung menghindari orang-orang yang berpakaian seperti pelaku.

Ia masih ingat jelas mata anak pelaku yang paling kecil ketika menoleh kepadanya. Sorot mata anak itu seolah-olah ingin menangis.

BACA JUGA:Eri Cahyadi Apresiasi Toleransi Warga Surabaya: Semoga Jadi Contoh Tenggang Rasa Indonesia

BACA JUGA:Ajarkan Toleransi, Siswa SD Santa Maria Surabaya Bagikan Bingkisan Idulfitri di Kawasan Sekitar Sekolah

Sebagai penyintas yang telah berdamai dengan keadaan, Yesaya berterima kasih kepada pihak-pihak yang masih mau berpelukan bersama dalam solidaritas toleransi beragama.

Namun, menurutnya, acara itu masih belum menjangkau orang-orang yang ada di luar. "Saya yakin, yang di sini punya toleransi. Tapi, apakah yang tidak menoleransi kejadian ini akan peduli? Tetap tidak. Itu yang menjadi PR generasi muda agar acara tidak terjebak pada seremonial belaka," tandasnya. (*)

*) Peserta Magang Kemnaker RI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: