Rekomendasi LKPJ, Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir Apresiasi Kinerja Pemkab: Kemiskinan-Pengangguran Rendah

Rekomendasi LKPJ, Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir Apresiasi Kinerja Pemkab: Kemiskinan-Pengangguran Rendah

PENYERAHAN REKOMENDASI LKPJ dari Ketua DPRD Gresik Syahrul Munir (tiga dari kanan) kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (dua dari kanan).-Dok. DPRD Gresik-

DPRD Kabupaten Gresik memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Gresik dalam pembahasan rekomendasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun 2025. Apresiasi itu disampaikan setelah seluruh komisi di DPRD menuntaskan pembahasan dan evaluasi secara maraton terhadap pelaksanaan APBD 2025.

DALAM rapat paripurna penyampaian rekomendasi LKPJ, 30 April 2026, DPRD menilai sejumlah indikator pembangunan di Kabupaten Gresik menunjukkan tren positif. Salah satu yang menjadi perhatian ialah penurunan angka kemiskinan yang kini sudah menyentuh satu digit.

Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir menyebut capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan daerah selama 2025. Menurut dia, angka kemiskinan terus mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

“Secara umum, tingkat kemiskinan Kabupaten Gresik terus menurun. Pada tahun 2025 capaiannya sebesar 9,95 persen, turun dibanding tahun 2024 yang berada di angka 10,32 persen,” ujarnya kepada Harian Disway.

BACA JUGA:Polres Gresik Buru Dalang Pemalsuan SK ASN ke Kalimantan Tengah

BACA JUGA:Bawa Pulang Rp60 Juta! Duo Gresik Sabet Juara Surabaya Domino Tournament 2026, Hadiahnya Fantastis!

Meski demikian, DPRD tetap memberikan sejumlah catatan kepada pemkab. Syahrul mengingatkan agar penurunan angka kemiskinan tidak membuat pemerintah daerah cepat berpuas diri. Sebab, capaian tersebut masih sedikit di atas rata-rata Jawa Timur yang berada di angka 9,50 persen dan nasional sebesar 8,25 persen.

DPRD menilai upaya pengentasan kemiskinan perlu terus diperkuat melalui pemerataan pembangunan, penguatan daya beli masyarakat, hingga peningkatan kualitas tenaga kerja.

Selain sektor kemiskinan, DPRD juga menyoroti capaian bidang ketenagakerjaan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Gresik tahun 2025 tercatat sebesar 5,47 persen. Angka itu dinilai telah memenuhi target yang ditetapkan pemerintah daerah.

Namun, dewan tetap memberi perhatian terhadap persoalan mismatch antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri di lapangan. Kondisi itu dinilai menjadi tantangan yang harus segera dijawab agar lulusan tenaga kerja lokal lebih terserap di sektor industri.


Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir.-Nia Kurnia-

Syahrul mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan mendesak. Salah satunya melalui program sertifikasi keahlian yang terstandar.

“Sinergi CSR perusahaan juga harus didorong untuk program pelatihan skill, khususnya bagi Gen Z, agar mereka bisa mendapatkan kesempatan magang di perusahaan-perusahaan yang ada di Gresik,” tegasnya.

Catatan untuk Infrastruktur dan Lingkungan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: