Kasus Pembunuhan Satpam di Darmo Satelit Town, Surabaya: Terjebak Joint Debt
ILUSTRASI Kasus Pembunuhan Satpam di Darmo Satelit Town, Surabaya: Terjebak Joint Debt.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -
Hasilnya, polisi memburu Aldi. Aldi pun ditangkap enam jam dari saat laporan polisi. Aldi ternyata bertubuh gemuk dengan perut gendut sehingga seragam satpamnya menggelembung di bagian perut.
Edy: ”Ada ketersinggungan tersangka berkaitan mungkin masalah pertanggungjawaban dengan pembayaran utang pinjol itu.”
Kesimpulannya, utang bersama antarkawan memicu perselisihan, kemudian berkembang jadi konflik, berakhir pembunuhan.
Utang bersama tentunya rumit. Satu utang untuk dua orang. Membutuhkan kejujuran dan kepercayaan antara orang-orang yang berutang. Sangat rawan konflik.
Dalam psikologi-kriminologi, itu disebut joint debt trap (jebakan utang bersama). Memang bisa bikin rumit. Pemicu terjadinya agresi. Dan, puncak agresi adalah pembunuhan.
Dalam psikologi-kriminologi, salah satu kerangka kerja paling relevan untuk membedah bagaimana tekanan ekonomi berubah menjadi agresi mematikan adalah general strain theory (GST) yang dicetuskan Robert Agnew.
Robert Agnew (lahir di Atlantic City, New Jersey, Amerika Serikat, 1 December 1953) adalah guru besar sosiologi di Emory University, Atlanta, Georgia, AS.
Teori GST diulas Agnew dalam bukunya yang berjudul Pressured Into Crime: An Overview of General Strain Theory (Oxford University Press, 2006).
Inti teori GST, kejahatan bukan sekadar hasil dari kurangnya peluang ekonomi bagi pelaku, melainkan juga respons emosional pelaku terhadap tekanan (strain) yang tidak tertahankan.
Dalam konteks joint debt trap, teori itu menjelaskan eskalasi konflik melalui tiga jenis tekanan utama.
Pertama, kegagalan mencapai tujuan positif. Ketika dua pihak terjebak dalam utang bersama, tujuan mereka untuk mencapai stabilitas finansial terhambat.
Utang menciptakan situasi ”zero-sum”, di mana setiap sen yang dimiliki menjadi sumber perebutan.
Kegagalan kolektif itu menciptakan rasa frustrasi yang mendalam karena ekspektasi hidup mereka tidak terpenuhi, seperti harapan semula.
Kedua, penghilangan stimuli bernilai positif. Utang yang menumpuk sering kali memaksa individu kehilangan aset (rumah, kendaraan, barang berharga lainnya) atau status sosial. Kehilangan itu memicu rasa tidak aman.
Dalam hubungan kemitraan utang, satu pihak sering kali menyalahkan pihak lain atas hilangnya kenyamanan hidup tersebut, yang kemudian mengikis empati dan mengubah kawan menjadi lawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: