Pohon Terakhir
Viral video kuskus di Merauke terjebak ekskavator. Simak analisis psikologi lingkungannya. -Nano Banana 2-Nano Banana 2
Lebih dari itu, kerusakan lingkungan akhirnya tidak berhenti pada satwa. Psikologi lingkungan mengingatkan bahwa lingkungan yang rusak akan kembali kepada manusia dalam bentuk lain: hilangnya rasa memiliki, kecemasan ekologis, konflik sosial, panas yang meningkat, berkurangnya sumber air, atau masyarakat yang makin asing dengan tanah tempat hidupnya sendiri. Kita tidak pernah benar-benar berada di luar alam.
Video dari Merauke itu menjadi penting karena mengubah persoalan yang jauh menjadi begitu dekat. Deforestasi bukan lagi kata panjang dalam laporan. Kehilangan habitat bukan lagi angka hektare. Semuanya hadir dalam tubuh kecil yang panik, di ujung dahan, ketika mesin besar berada di bawahnya.
Karena itu, video tersebut jangan berhenti menjadi tontonan kesedihan. Pemerintah perlu memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Bila benar ada satwa yang terancam dalam proses pembukaan lahan, prosedur perlindungan satwa dan pengawasan lingkungan harus dievaluasi secara terbuka. Pembangunan tidak kehilangan wibawa karena dikritik. Ia justru kehilangan martabat ketika menganggap penderitaan makhluk lain tidak penting.
Mungkin itu hanya seekor kuskus. Mungkin hanya satu pohon.
Namun watak manusia sering terlihat bukan ketika ia sedang membangun sesuatu yang besar, melainkan ketika ia berhadapan dengan makhluk kecil yang tidak dapat melawan. Dari dahan terakhir itu, seolah ada pertanyaan yang jatuh ke bumi: setelah rumah saya roboh, kemajuan ini sebenarnya sedang dibangun untuk siapa?
*) Guru Besar Psikologi Sosial Universitas Airlangga dan Saat ini Rektor Universitas 45 Surabaya Periode 2025-2029.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: