Demo Warga Blokir JLS Kota Pasuruan, Tuntut Truk Lewat Tol
Unjuk rasa damai di JLS Kota Pasuruan menuntut pengalihan truk untuk masuk dalam tol -Lailiyah Rahmawati -
PASURUAN, HARIAN DISWAY - Puluhan warga menggelar aksi unjuk rasa damai menuntut dialihkannya truk-truk yang melintasi jalur lingkar selatan (JLS) Kota Pasuruan masuk lewat tol. Unjuk rasa yang digelar tepat di pertigaan Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan itu buntut dari seringnya terjadi kecelakaan yang menelan korban jiwa di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo hingga Jalan Gatot Subroto. Sambil menenteng sejumlah poster para demonstran meminta Pemkot Pasuruan mengambil sikap tegas untuk mengalihkan truk-truk tujuan Probolinggo/Banyuwangi untuk masuk dan melintas di tol.
Koordinator aksi Ayi Suhaya menyebut kondisi jalan di JLS tidak memungkinkan sebagai lokasi pengalihan kendaraan-kendaraan besar imbas dari diperbaikinya jembatan bok wedi di jalan Ir H. Juanda. Kondisi JLS yang cenderung menyempit dan padatnya kawasan perindustrian mebel di lokasi mengakibatkan maraknya kecelakaan. Tercatat sejak dialihkannya truk-truk tersebut masuk lewat dalam JLS memakan sembilan nyawa akibat kecelakaan antara truk dengan motor atau sepeda.
"Kami menuntut supaya truk-truk dilewatkan tol karena sudah banyak korban jiwa di sini karena kecerobohan truk," tegas Ayi Suhaya, Rabu 17 Juni 2026.
Sambil menenteng sejumlah poster bertuliskan "Wali Kota dan DPR jangan 3D (datang, duduk, duwek)", Wali Kota dan Wawali lihat ini wargamu banyak yang jadi korban kecelakaan", dan berbagai poster berisi tuntutan lainnya. Para pengunjuk rasa juga menggelar tahlil di lokasi sebagai doa untuk keselamatan pengendara.
BACA JUGA:Kecelakaan Maut Marak di Pasuruan, Truk Besar Masih Bebas Melintas di Dalam Kota
BACA JUGA:Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Wali Kota Pasuruan Gencarkan Semangat ASRI
Saat menyuarakan tuntutannya beberapa warga di lokasi meneriakkan persetujuannya atas tuntutan pengunjuk rasa. "Setuju truk-truk jangan dilewatkan sini semua. Rata-rata ugal-ugalan dan menakutkan bagi kami," ujar Dewi salah satu warga sekitar.
Sebelumnya Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo mengungkapkan, pihaknya tidak bisa melakukan pemaksaan supaya para sopir truk tujuan Probolinggo, Banyuwangi untuk masuk tol. Alasan mahalnya ongkos lewat tol menjadi alasan utama para pengemudi truk.
"Kendalanya ada di alasan mahalnya ongkos lewat dalam tol. Kata para sopir truk daripada keluar uang untuk tol mending untuk makan. Ini yang membuat kami kesulitan memaksa," terang Mas Adi sapaan akrabnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: