Tur di Tate Modern Tantang Stereotip Seni Afrika
Karya seniman Afrika-Amerika Simone Leigh. Judulnya 'Sentinel'. Karya itu menggabungkan bentuk tubuh perempuan dengan arsitektur sebuah tempat tinggal atau ruang perlindungan.--Bbc
HARIAN DISWAY - Selama ini, seni Afrika sering diasosiasikan dengan topeng tradisional, patung kayu, atau artefak etnik. Namun, anggapan itu coba dipatahkan melalui tur khusus di Tate Modern, London.
Meski telah berlangsung pada Januari 2026 silam, pameran itu tetap menarik untuk digali kembali. Sebab, di dalamnya terdapat wajah lain seni Afrika. Lebih modern, abstrak, dan penuh eksplorasi gagasan.
Adalah Nadia Denton, pemandu tur warisan budaya Afrika di Tate Modern. Ia secara aktif mengubah cara publik memahami seni dari benua tersebut.
Menurut Nadia, masih banyak pengunjung museum yang datang dengan ekspektasi sempit. Mereka memiliki penilaian tentang seperti apa karya seni Afrika seharusnya tampil.
BACA JUGA:Tiga Seniman Sajikan Karya yang Dekat dengan Keseharian dalam Pameran Fraktal di Artspace Artotel
BACA JUGA:The Superlative Artistry of Japan, Pameran Seni Keliling yang Diusung Japan Foundation

Nadia, berdiri di samping karya seni berjudul 'Reborn sounds of childhood dreams' karya seniman Sudan Ibrahim El-Salahi.--BBC
“Ada kesalahpahaman bahwa seni Afrika hanya identik dengan topeng atau bentuk patung tertentu. Padahal tidak. Iarya-karya di tur ini tidak tampak seperti yang orang bayangkan,” ujarnya.
Di dalam ruang galeri Tate Modern, pengunjung justru disambut karya-karya kontemporer. Dengan pendekatan visual yang tidak lazim.
Kanvas abstrak berwarna berani, tekstil berlapis, hingga instalasi konseptual. Itu menjadi bagian dari perjalanan memahami modernisme Afrika dan Afro-Surealisme.
Selain memandu tur di Tate Modern, Nadia juga aktif membawakan program di sejumlah museum lain di Inggris.
BACA JUGA:Daniel Kho Kenalkan Praying Machine di Pameran ndugHal, Terinspirasi Kepercayaan Tibet
BACA JUGA:Pameran Seni Rupa ndugHal Daniel Kho Resmi Dibuka, Menikmati Kenakalan yang Glow in the Dark
Di Museum Victoria and Albert (V&A), dia mengangkat tema African Gaze. Membahas representasi masyarakat Afrika dalam lukisan Eropa abad ke-17 dan ke-18.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: bbc