DPRD Gresik Dorong Wisata Religi, Berkembang Tanpa Kehilangan Nilai Spiritual

DPRD Gresik Dorong Wisata Religi, Berkembang Tanpa Kehilangan Nilai Spiritual

KOMPLEKS MAKAM SUNAN GIRI, salah satu destinasi wisata religi yang terkenal di Gresik.-Moch Sahirol Layeli-

Wisata budaya di Gresik juga secara eksplisit mencakup wisata religi sebagai bagian dari daya tarik wisata yang perlu dikembangkan tanpa menghilangkan nilai budaya dan keagamaan yang melekat di dalamnya.

Selain menjaga kawasan bersejarah, DPRD juga mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada wisatawan. Mulai akses menuju destinasi, fasilitas umum, hingga kenyamanan pengunjung harus terus diperbaiki agar pengalaman berwisata semakin baik.

BACA JUGA:DPRD Gresik Dorong Optimalisasi PAD dan Pemanfaatan Silpa, Fokus Pada Program-Program Prioritas

BACA JUGA:DPRD Gresik Gelar Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Administrasi Kependudukan

Syahrul menilai keberhasilan wisata religi tidak hanya bergantung pada pemerintah. Partisipasi masyarakat dan pelaku usaha juga memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan, ketertiban, keramahan, dan kelestarian kawasan.

"Masyarakat adalah bagian dari wajah wisata Gresik. Kalau seluruh elemen ikut menjaga kawasan, wisata religi kita akan semakin berkualitas dan mampu menjadi kebanggaan daerah," ujarnya.

Ke depan, perlu perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan usaha ekonomi lokal, serta pengembangan kemitraan dengan pelaku UMKM agar manfaat sektor pariwisata dapat dirasakan secara lebih luas.

Syahrul berharap ada fondasi bagi pembangunan wisata religi Gresik dalam jangka panjang. Menurutnya, keberhasilan sektor pariwisata bukan hanya diukur dari meningkatnya jumlah wisatawan, tetapi juga dari kemampuan daerah menjaga warisan sejarah dan nilai-nilai religius yang menjadi identitas Kabupaten Gresik.


JAJARAN ANAK TANGGA menuju makam Sunan Giri, salah satu wisata religi populer di Gresik.-Moch Sahirol Layeli-

"Visi kami sederhana. Wisata religi Gresik harus terus berkembang, tetapi tetap menjaga marwah situs-situs bersejarah. Dengan begitu, manfaat ekonomi tumbuh, sementara nilai budaya dan spiritual tetap lestari," ucapnya. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: