8 Manfaat Fisik dan Mental Memelihara Anjing
Interaksi dengan anjing dapat memberi dukungan emosional dan psikologis bagi pemiliknya.-Masson Stock-Getty Images
Dr London menjelaskan bahwa salah satu temuan paling menarik berasal dari studi observasional. Melibatkan lebih dari empat juta orang.
"Jika kita melihat satu studi observasional terhadap lebih dari empat juta orang, terdapat penurunan sekitar 21 persen pada angka kematian akibat semua penyebab," ungkapnya.
"Sekitar 31 persen pada kematian akibat penyakit kardiovaskular. Bagi mereka yang pernah mengalami serangan jantung, penurunan risikonya bahkan lebih besar," tambahnya.
BACA JUGA:Sterilisasi Bisa Tekan Risiko Pyometra, Infeksi Kandungan yang Menyerang Anjing dan Kucing Lansia
BACA JUGA:Makna Kibasan Ekor Anjing, Sarana Interaksi dan Komunikasi
Menurutnya, pemilik anjing juga cenderung memiliki risiko hipertensi, kesepian, dan depresi yang lebih rendah. Ketiga faktor tersebut selama ini diketahui menjadi faktor risiko penyakit jantung.
Ia menjelaskan bahwa secara fisiologis, berinteraksi dengan anjing dapat menurunkan kadar kortisol.
Sekaligus meningkatkan pelepasan hormon oksitosin. Yang dikenal sebagai hormon pembawa rasa nyaman.
Kondisi tersebut turut meningkatkan variabilitas denyut jantung yang menjadi indikator sistem saraf otonom berada dalam keadaan lebih rileks.

Secara fisiologis, berinteraksi dengan anjing dapat menurunkan kadar kortisol.--freepik.com
BACA JUGA:Keluarga Osbourne Kembali Berduka, Elvis Si Anjing Kesayangan Meninggal Dunia
BACA JUGA:Kegemaran Memelihara Anjing atau Kucing Bisa Mengungkap Sisi Psikologis Pemeliharanya
"Ketika Anda berinteraksi dengan seekor anjing, kadar kortisol menurun. Tubuh melepaskan oksitosin. Sebagai hormon yang membuat perasaan menjadi lebih baik. Variabilitas denyut jantung meningkat," jelasnya.
"Semua itu merupakan tanda bahwa sistem saraf otonom mengalami tingkat stres yang lebih rendah," tambahnya.
Meski demikian, Dr London menegaskan bahwa temuan tersebut merupakan hasil studi observasional. Sehingga belum membuktikan hubungan sebab akibat secara langsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: hindustan times