Siap Menjadi Dosen Bermental Baja
ILUSTRASI Siap Menjadi Dosen Bermental Baja.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
SELAIN berkualifikasi minimal pendidikan S-2 (magister) dengan bidang ilmu relevan, dosen harus siap menjalankan tridarma perguruan tinggi (PT). dosen dituntut mampu mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat serta kegiatan pendukung terlembagakan lainnya. Jika tak mampu, karier dosen berpotensi stagnan. Alhasil, penghasilannya pun terpengaruh.
Ada juga syarat nonteknis, yakni kompetensi personal dan sosial. Dosen harus menunjukkan sikap dan kepribadian luhur. Mampu pula membangun komunikasi sosial berbasis etika dan moralitas. Kesehatan jasmani dan rohaninya pun terjaga secara utuh.
Kombinasi kemampuan teknis-nonteknis menghasilkan figur dosen ideal. Banyak dosen sukses yang menjadi figur publik. Publikasi dan citated artikel di jurnal bereputasi adalah contoh success story secara akademis. Atau, menghasilkan pelbagai karya yang bermanfaat secara praktis. Kehidupan dosen ideal terjaga. Seimbang antara profesi dan fungsi sosialnya.
Namun, tak mudah menjadi ideal. Bukan perkara gampang menjadi dosen excellent meski sekadar untuk mengajar. Kompetensi komunikasi dan pedagogi mutlak harus dikuasainya. Apalagi, riset dan publikasi hasilnya.
BACA JUGA:Triderita Dosen: Ngajar, Nombok, Diperas
Jika tak mampu, riset dan publikasi hasil riset bisa menjadi hambatan besar bagi eskalasi karier dosen. Kesempatan untuk pengabdian kepada masyarakat pun tak banyak pintu yang lebar terbuka.
Persoalan bertambah runyam tatkala muncul kebijakan refocusing sebagai inti kebijakan efisiensi anggaran. Alokasi dana riset dan pengabdian menyusut. Peluang riset dan pengabdian pun jadi kian sempit.
Dinamis dan Kreatif
Dalam situasi terjepit, dosen dituntut dinamis-kreatif sesuai tantangan lingkungan tugasnya. Di balik masalah tentu ada solusinya. Banyak dosen sukses yang mengembangkan kapasitasnya. Dinamika dan kreativitas dosen mampu menghasilkan karya yang direkognisi pelbagai pihak. Proposal riset yang diajukan lolos pendanaan pemerintah maupun swasta.
Hasil risetnya pun berkualitas. Produk riset yang dihasilkan bernilai guna tinggi. Sementara itu, luaran lain berupa karya tulis pun lolos seleksi ketat oleh editor jurnal bereputasi. Dengan tema aktual, artikel dirujuk atau disitasi (citated) oleh peneliti lain di seantero jagat ilmiah tingkat dunia. Alhasil, citranya makin menyala sebagai dosen.
BACA JUGA:Dosen Senior Ludahi Kasir Minimarket di Makassar: Cuiiih… Muncrat ke Wajah
BACA JUGA:Sistem BKD Terintegrasi dan Transparan: Refleksi Membangun Dosen Profesional di Indonesia
Selain publikasi, hasil riset dapat digunakan sebagai fondasi dosen melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Satu di antara tiga darma perguruan tinggi, yakni aksi pengabdian, juga dapat diajukan ke K/L atau pihak swasta yang membuka peluang kerja sama dan skema pendanaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: