Ekonomali
ILUSTRASI Ekonomali.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Lainnya berinvestasi untuk meningkatkan produktivitas sumber daya manusia. Bertahan saja tidak cukup. Adaptasi menjadi syarat utama. Memanfaatkan momentum tersebut untuk konsolidasi.
Lantas, bagaimana dengan masyarakat? Yang paling bijak adalah menjaga kesehatan keuangan keluarga. Menunda konsumsi yang tidak mendesak dan mengurangi utang konsumtif.
Juga, memperkuat dana darurat serta meningkatkan keterampilan agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Itu jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti gaya hidup yang tampak ramai di media sosial.
Jadi, ekonomali mengajarkan bahwa keramaian belum tentu berarti kemakmuran. Penuhnya stasiun tak sama dengan meningkatnya daya beli. Mal sesak bukan indikator ekonomi sedang sehat.
Ada kecemasan kolektif di balik keramaian. Untung, ada hiburan yang mengalihkan perhatian kita semua. Tarian Lionel Messi, Kylian Mbappe, Achraf Hakimi, Erling Braut Haaland, Harry Kane, dan Vinicius Junior di lapangan hijau Piala Dunia.
Sejenak, event bola dunia itu bikin kelompok gelundang-gelundung punya kesibukan di waktu dini sampai pagi hari. Sambil sesekali ikut teriak goooool… ketika nama-nama itu berhasil melesakkan bola ke gawang lawan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: