Kasus Remaja Pria Bunuh Pacar di Randuagung, Lumajang: Ada Rekayasa Kriminal

Kasus Remaja Pria Bunuh Pacar di Randuagung, Lumajang: Ada Rekayasa Kriminal

ILUSTRASI Kasus Remaja Pria Bunuh Pacar di Randuagung, Lumajang: Ada Rekayasa Kriminal.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Merinda selama ini dianggap anak sendiri oleh Saniman, sampai Merinda dewasa. Setelah lulus sekolah, Merinda tidak melanjutkan kuliah. Dia bekerja sebagai penjaga toko emas di Lumajang. Dari situ, dia bisa menabung dan membantu finansial keluarga Saniman.

Saniman kepada wartawan: ”Anak itu (tersangka Ari, Red) tinggal tak jauh dari sini. Tergolong tetangga. Ia dan Merinda pacaran sejak Agustus tahun lalu. Saya ingat, mereka dekat sejak ada karnaval agustusan di desa ini.”

Saniman tidak melarang Merinda pacaran dengan Ari. ”Karena dia sudah dewasa,” katanya.

BACA JUGA:Remaja Pembunuh Pacarnya ini Ngumpet di Keramaian

BACA JUGA:Tidak Mau Bertanggungjawab karena Menghamili, Nizar Bunuh Pacarnya

Sosok Ari belum diungkap polisi. Namun, Ari sudah tidak sekolah dan belum bekerja. Jadi, kalau berpacaran, ia bergantung pada uang Merinda.

Kamis, 2 Juli 2026, sekitar pukul 19.00 WIB, Ari menjemput Merinda, mengajaknyi jalan-jalan, naik motor Ari. Mereka keliling Lumajang, makan malam di sebuah restoran.

Sekitar pukul 22.00, mereka pulang. Tapi, tidak ke rumah Saniman, melainkan ke rumah kosong milik Merinda. Tiba di situ, Merinda disuruh menunggu karena Ari mengembalikan motor ke rumahnya.

AKP Ari: ”Kemudian, tersangka jalan kaki, balik menuju rumah kosong tersebut. Jaraknya dekat. Di rumah itu mereka berhubungan intim dua kali, sampai tengah malam.”

BACA JUGA:Diejek di Depan Teman, Remaja Ini Bunuh Pacar

BACA JUGA:Bunuh Pacar setelah Menghamili

Dilanjut: ”Berdasarkan pengakuan tersangka, setelah selesai, tersangka main HP. Korban pun merasa kesal, tidak dihiraukan tersangka. Lalu, korban memaki tersangka, katanya, menghina orang tua tersangka. Akhirnya, terjadilah pembunuhan.”

Tersangka mengambil balok kayu di TKP, menghantamkannya ke kepala korban. Saat jatuh pingsan, leher korban dijerat dengan celana jins korban sampai meninggal. Jenazah korban saat ditemukan masih telanjang.

Diakhiri, pelaku membuang HP dan balok. Esoknya, Jumat pagi, 3 Juli 2026, Ari menelepon temannya, si penemu jenazah Merinda.

Pembunuhan terjadi dengan motif begitu sederhana, berdasarkan pengakuan tersangka. Polisi masih menyelidiki motif sebenarnya. Dengan aneka trik pelaku menutupi jejak pembunuhan, pengakuannya diragukan kebenarannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: