Era Generative AI, Kuliah Bahasa Indonesia Justru Krusial!

Era Generative AI, Kuliah Bahasa Indonesia Justru Krusial!

Di era generative AI, belajar bahasa Indonesia justru menjadi faktor krusial.--iStock

BACA JUGA:Bahasa Indonesia, Lebih dari Sekadar Alat Komunikasi

Mata kuliah Bahasa Indonesia memegang peran vital sebagai jangkar etika akademik dan alat verifikasi ilmiah.

Di kelas itu, mahasiswa dilatih untuk membedah teks, mendeteksi kecacatan logika (logical fallacy), dan melakukan sintesis pemikiran secara jujur.

Kita diajarkan bagaimana cara melakukan sitasi yang benar, menyusun daftar pustaka yang valid, dan menghargai orisinalitas ide.

Bahasa Indonesia yang diajarkan di kampus adalah instrumen untuk menegakkan integritas moral mahasiswa. Terlebih di tengah badai disrupsi informasi.

BACA JUGA:7 Ucapan Imlek Bahasa Indonesia

BACA JUGA:Francisco Rivera Makin Klop dengan Persebaya, Ambil Kursus Bahasa Indonesia

Itu untuk memastikan bahwa gelar sarjana yang nantinya kita sandang bukan hasil manipulasi algoritma.

Terakhir, kita harus melihat aspek itu dari sudut pandang identitas dan budaya. Mayoritas teknologi AI sekarang dilatih menggunakan data internet dunia. Yang isinya adalah Bahasa Inggris.

Akibatnya, saat teks AI memproduksi hasil dalam bahasa Indonesia, sering kali struktur berpikir dan logikanya terasa sangat kaku, aneh, dan kebarat-baratan.

AI kerap gagal menangkap nuansa kultural, metafora lokal, idiom, serta rasa bahasa yang hidup di tengah masyarakat kita.

BACA JUGA:Mengembalikan Naluri Berbahasa Indonesia

BACA JUGA:Bulan Bahasa 2024 SMA Santo Carolus Surabaya, Cinta Bahasa Indonesia Lestarikan Budaya Daerah

Jika kampus mengabaikan pengajaran bahasa nasional, kita akan menyaksikan bahasa Indonesia mengalami penyusutan nilai.

Akibatnya, Bahasa Indonesia menjadi sekadar bahasa terjemahan mesin. Kering dan tercerabut dari akarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: