Era Generative AI, Kuliah Bahasa Indonesia Justru Krusial!

Era Generative AI, Kuliah Bahasa Indonesia Justru Krusial!

Di era generative AI, belajar bahasa Indonesia justru menjadi faktor krusial.--iStock

Sebagai mahasiswa, kita memiliki tanggung jawab moral. Demi menjaga agar bahasa kita tetap adaptif dengan teknologi. Tanpa harus kehilangan jiwa dan identitas aslinya.

Kesimpulannya, era Generative AI bukanlah lonceng kematian bagi kuliah Bahasa Indonesia di perguruan tinggi.

BACA JUGA:50 Ucapan Happy Halloween 2024 dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris Untuk Media Sosial

BACA JUGA:Bek Persebaya Slavko Damjanovic Giat Belajar Bahasa Indonesia Demi Tingkatkan Chemistry

Sebaliknya, momen itu adalah titik balik yang menegaskan bahwa penguasaan bahasa adalah kompetensi paling penting.

Kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang mahasiswa di masa depan. AI mungkin bisa merangkai jutaan kata dalam sekejap.

Namun, manusialah yang memegang kendali atas kebenaran, kedalaman rasa, dan tanggung jawab etis di balik kata-kata tersebut.

Kelas Bahasa Indonesia bukan lagi sekadar formalitas. Tak semata pengisi kartu rencana studi atau syarat kelulusan di atas kertas.

BACA JUGA:Tak Masalahkan Adaptasi, Paul Munster Asah Bahasa Indonesia

BACA JUGA:Tantangan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Internasional

Namun, kelas itu adalah ruang sakral. Tempat nalar kita diasah agar mampu bertahan di tengah arus era Generative AI.

Tugas saat ini adalah membuktikan. Bahwa di era serba robot, kita tetap menjadi manusia yang punya kendali penuh atas pikiran kita sendiri. (*)


Felicitas Mega Maharani.-Felicitas Mega M-

*) Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: