Era Generative AI, Kuliah Bahasa Indonesia Justru Krusial!

Era Generative AI, Kuliah Bahasa Indonesia Justru Krusial!

Di era generative AI, belajar bahasa Indonesia justru menjadi faktor krusial.--iStock

Menulis pada hakikatnya bukan sekadar aktivitas mekanis. Tak semata memindahkan kata-kata ke atas kertas atau layar.

Menulis adalah proses berpikir. Ketika kita memeras otak untuk memilih diksi yang tepat, menyusun premis hukum, atau analisis sosial, dan menghubungkan satu paragraf dengan paragraf berikutnya, saat itulah logika kita sedang ditempa.

BACA JUGA:40 Ide Ucapan Selamat Tahun Baru 2026 dalam Bahasa Indonesia dan Inggris

BACA JUGA:Bahasa Indonesia Resmi Digunakan di UNESCO, Momentum Bersejarah di Samarkand

Mendelegasikan tugas menulis sepenuhnya kepada AI sama saja dengan menyerahkan hak berpikir kita kepada mesin.

Itu dapat mengakibatkan kemandekan nalar (cognitive atrophy). Banyak mahasiswa terjebak mitos. Bahwa menggunakan AI tidak butuh keahlian berbahasa.

Padahal kualitas jawaban AI sangat bergantung pada perintah (prompt) yang kita berikan. Maka, seseorang harus mampu membuat bahasa tulis dengan struktur kalimat logis dan runtut.

Jika tidak, hanya akan menghasilkan perintah yang membingungkan bagi mesin. Hasil akhirnya pun jadi rancu, dangkal, bahkan melenceng dari apa yang diperintahkan.

BACA JUGA:5 Cara Kreatif Pemuda Masa Kini dalam Mempertahankan Bahasa Indonesia

BACA JUGA:26 Kata Bahasa Indonesia yang Jarang Digunakan tapi Cocok Jadi Inspirasi Nama Anak

Di situlah kuliah Bahasa Indonesia di universitas menemukan urgensi barunya. Kelas pada perkuliahan harus bisa menjadi wadah untuk mengasah logika berpikir. Juga kemampuan menganalisis secara kritis.

Bekal dari kelas tersebut sangat krusial. Sehingga mahasiswa mampu mendikte AI dengan instruksi yang tajam.

Selain itu, mahasiswa dapat membentengi diri dari “halusinasi AI”. Yakni berupa teori dan referensi jurnal fiktif yang rawan memicu plagiarisme.

Dengan kecakapan berbahasa yang baik, mahasiswa bisa memposisikan diri sebagai “direktur”. Ia yang mengendalikan teknologi secara etis.

BACA JUGA:BABYMONSTER Guncang Jakarta, Tampil Memukau dan Sapa Monstiez Pakai Bahasa Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: