Kebijakan Transformatif Gender dalam Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender

Kebijakan Transformatif Gender dalam Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender

ILUSTRASI Kebijakan Transformatif Gender dalam Pencegahan Kekerasan.. -Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Namun, terdapat titik temu antara Connell dan Sandra Bloodworth, keduanya sepakat bahwa kekerasan berbasis gender adalah produk struktur sosial-ekonomi, bukan sekedar perilaku individu. 

Gender order menyediakan struktur hierarki sosial berbasis gender, kapitalisme menyediakan kondisi material yang memperkuat dan memanfaatkan hierarki tersebut. Dan, hegemonic masculinity menjadi jembatan ideologis yang melegitimasi ketimpangan tersebut. 

BACA JUGA:Tayangan Media dan Stereotip Gender

Dengan demikian, kekerasan berbasis gender merupakan hasil interaksi antara struktur gender dan struktur ekonomi.

Struktur Kekuasaan dalam Relasi Personal dan Kekerasan Seksual di Institusi Pendidikan

Dalam konsep gender order yang hierarkis, dijelaskan bahwa hegemonic masculinity menempatkan laki-laki pada posisi yang lebih dominan sehingga kontrol terhadap perempuan sering kali dipandang sebagai sesuatu yang wajar. 

Dalam relasi berpasangan, dominasi tersebut dapat diwujudkan melalui perilaku posesif, kontrol terhadap aktivitas dan keputusan pasangan, serta penguasaan secara emosional. 

Ketika kontrol itu dianggap terancam atau ditolak, kekerasan dapat digunakan sebagai sarana untuk mempertahankan dominasi dan relasi kuasa yang tidak setara. 

Dengan demikian, kekerasan bukan sekedar tindakan individual, melainkan juga merupakan manifestasi dari struktur gender yang melegitimasi superioritas laki-laki atas perempuan.

Dalam institusi pendidikan, dominasi diperkuat oleh otoritas simbolis dan sosial yang membuat relasi kuasa semakin timpang. Di sini, relasi kuasa tidak hanya bersifat gender, tetapi juga institusional dan simbolis. 

Posisi pendidik sebagai figur otoritas memperkuat hegemonic masculinity dalam bentuk yang dilembagakan. Otoritas pendidik atau tokoh religius menciptakan legitimasi sosial yang sulit dipertanyakan sehingga membuka ruang bagi penyalahgunaan kekuasaan.

Terkait struktur kapitalisme, kekerasan seksual mampu menciptakan ketergantungan ekonomi dan sosial. Ketergantungan itu membuat korban berada dalam posisi rentan dan sulit melawan, baik dalam relasi personal maupun institusional. 

Itu membuat korban berada dalam posisi lebih rentan untuk menerima atau sulit meninggalkan relasi tersebut. Ketergantungan itu memperkuat struktur dominasi yang ada. 

Dalam perspektif kapitalisme, institusi pendidikan dapat dipahami sebagai bagian dari struktur sosial yang juga memiliki dimensi material. 

Ketergantungan korban sebagai murid terhadap lembaga dalam aspek pendidikan, ekonomi, dan legitimasi sosial menciptakan kondisi asimetris yang memungkinkan terjadinya kekerasan dan mempersulit korban untuk melawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: