Sikapi Temuan Narkotika di Gresik, Ketua DPRD Ajak Kolaborasi Lintas Sektor
Ilustrasi:Gemini/AI--
Pengungkapan gudang penyimpanan narkotika jaringan internasional di kawasan Pergudangan Prambanan Bizland, Kecamatan Cerme, Gresik, menjadi peringatan serius bagi seluruh elemen masyarakat.
MENYIKAPI temuan tersebut, Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mencegah penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan generasi muda dan kelompok rentan.
Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar gudang penyimpanan narkotika yang berisi sekitar 3,37 ton atau 3.371 kilogram kuncup bunga ganja asal Thailand. Barang haram tersebut diduga akan diolah menjadi cairan (liquid) untuk cartridge rokok elektrik sebelum diedarkan kepada masyarakat.
Kasus berskala internasional tersebut menjadi salah satu pengungkapan terbesar yang berhasil dilakukan aparat penegak hukum. Selain melibatkan jaringan lintas negara, peredaran narkotika tersebut juga diperkirakan berpotensi membahayakan jutaan masyarakat apabila berhasil dipasarkan.
BACA JUGA:DPRD Gresik Dorong Sekolah, Dunia Kerja, dan Layanan Publik Kian Ramah Disabilitas
BACA JUGA:DPRD GRESIK Perkuat Perlindungan Penyandang Disabilitas Lewat Perda Inisiatif
Syahrul Munir mengatakan, keberhasilan aparat mengungkap jaringan tersebut patut diapresiasi. Namun, menurutnya, penanganan persoalan narkotika tidak cukup hanya mengandalkan langkah penegakan hukum.
Ia menilai upaya pencegahan harus diperkuat secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat agar ruang gerak peredaran narkotika semakin sempit.
"Perlu pencegahan terutama di kalangan generasi muda dan kelompok rentan. Pencegahan ini tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat," ujarnya kepada Harian Disway.
Menurut Syahrul, keluarga, sekolah, organisasi kepemudaan, tokoh agama, pemerintah daerah hingga komunitas masyarakat memiliki peran penting dalam membangun ketahanan sosial terhadap ancaman narkotika.

PEMAPARAN BARANG BUKTI hasil penggerebekan narkotika diGresik, 2 Juli 2026.-dok harian disway-
Ia mengatakan, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memperbanyak aktivitas positif yang mampu menjadi ruang aktualisasi sekaligus memperkuat interaksi sosial di tengah masyarakat.
"Perlu memperbanyak kegiatan-kegiatan positif bagi kaum muda lintas sektor. Sehingga, bisa saling mengawasi. Misalnya dengan kegiatan religi, seni, olahraga, hingga pendidikan," katanya.
Syahrul menambahkan, kegiatan-kegiatan tersebut bukan sekadar menjadi wadah menyalurkan minat dan bakat generasi muda. Lebih dari itu, aktivitas positif juga mampu membangun lingkungan sosial yang sehat sehingga dapat mencegah munculnya ruang bagi penyalahgunaan narkotika.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: