Konflik Timur Tengah Kian Sulit Dibendung: Dua Serdadu Tewas, AS Balas Iran

Konflik Timur Tengah Kian Sulit Dibendung: Dua Serdadu Tewas, AS Balas Iran

GEDUNG RUSAK akibat serangan AS di tepi jalan Roudan-Bandar Abbas, Iran, 18 Juli 2026.-AMIRIHOSSEIN KHORGOOEI/SNA-AFP-

Eskalasi perang di Timur Tengah kembali menanjak. Amerika Serikat melancarkan serangan udara pada Minggu, 19 Juli 2026 sebagai balasan atas tewasnya dua personel militernya di Yordania. Itu adalah korban pertama dari militer AS sejak perang kembali memanas secara terbuka.

WASHINGTON menyebut operasi tersebut sebagai upaya menghukum Iran. Sasarannya adalah satuan-satuan yang dituding berada di balik serangan terhadap pasukan AS.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan itu ditujukan untuk segera menghukum pasukan Garda Revolusi Iran yang melancarkan serangan terhadap personel militer Amerika di Yordania. Akibat serangan Iran itu, seorang personel militer AS lainnya masih dinyatakan hilang.

Dengan tambahan dua korban itu, jumlah personel militer AS yang tewas sejak Amerika Serikat dan Israel memulai perang melalui serangan terhadap target-target Iran pada 28 Februari mencapai 16 orang.

BACA JUGA:Rupiah Menguat Hari Ini: Dampak Konflik Timur Tengah dan Proyeksi Ekonomi Domestik

BACA JUGA:Alotnya Perundingan Damai untuk Akhiri Perang Timur Tengah, Pertentangan Kubu Pragmatis-Garis Keras Iran

Namun, Iran tidak tinggal diam. Teheran mengumumkan telah menyerang dua pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait menggunakan drone. Menurut militer Iran, serangan mengenai gudang amunisi di Camp Udairi serta sistem radar Patriot dan pengawasan udara di Pangkalan Udara Ali Al Salem.

Iran juga kembali melancarkan serangan ke Yordania. Sebelumnya, CENTCOM menyatakan dua tentaranya tewas saat mempertahankan diri dari serangan rudal balistik dan drone Iran.

Di saat yang sama, militer Amerika melanjutkan serangan udara untuk malam kedelapan berturut-turut. Salah satu targetnya adalah unit yang dituding bertanggung jawab atas kematian dua tentara AS di Yordania.

Ketegangan juga merembet ke isu nuklir. Organisasi Energi Atom Iran menuduh Amerika Serikat menyerang pembangkit listrik tenaga nuklir Darkhovin yang masih dalam tahap pembangunan di wilayah barat daya negara itu.


KENDARAAN MELINTAS di kawasan Bandar Abbas, Iran, setelah serangan AS, 18 Juli 2026.-AMIRIHOSSEIN KHORGOOEI/SNA-AFP-

Dalam pernyataannya yang disiarkan televisi pemerintah, lembaga tersebut menyebut serangan AS itu sebagai tindakan agresif dan brutal yang bertentangan dengan hukum internasional.

Sementara itu, sirene peringatan kembali meraung di Yordania. Militer Israel mengatakan pihaknya bersama militer Yordania mencegat sebuah rudal Iran yang mengarah ke kota pelabuhan Aqaba. Iran belum memberikan konfirmasi mengenai peluncuran rudal tersebut.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Amman telah memperingatkan warganya mengenai adanya ancaman yang spesifik dan kredibel terhadap pelabuhan dan bandara Aqaba.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: