Merengut di Ruang Oval

Merengut di Ruang Oval

ILUSTRASI Merengut di Ruang Oval.-Arya/AI-Harian Disway-

Semua sepakat ”Iran mengirimkan pesan kepada Trump bahwa mereka perlu dilibatkan dalam semua diskusi”.

Terjemahannya begini: ”Jangan ngomongin gue kayak gue gak ada. Gue masih di sini, Bos!”

Sementara itu, drone Israel mengintersep pesawat tak berawak di dekat perbatasan Yordania. Juga bukan kebetulan. Juga sinyal. Militer Israel bilang drone itu ”tidak melintasi wilayah Israel”. Tapi, pesannya sudah sampai.

Itu seperti tetangga yang sengaja menyalakan petasan di depan rumah Anda. Tidak masuk ke rumah Anda. Tapi, Anda tahu pesannya: ”Saya masih di sini. Saya bisa lebih keras lagi.”

Trump merespons ancaman. Tapi, pasar tidak tenang. Harga minyak terus naik. Di Jakarta, orang-orang mulai mengeluhkan harga BBM.

Yang Terjadi

Sekarang saya ingin bicara tentang hal yang pasti. Bukan skenario. Bukan prediksi.

Pertama: hubungan AS-Israel tidak akan kembali seperti dulu,

Netanyahu telah kehilangan kepercayaan Trump. Pejabat AS bilang hampir tidak ada pemimpin Timur Tengah yang saat ini memercayai Netanyahu. Kepercayaan adalah mata uang paling berharga dalam politik. Begitu hilang, sulit diperbaiki.

Trump menganggap Netanyahu telah menyeretnya ke perang yang mengancam pemilu. Netanyahu menganggap Trump terlalu cepat menyerah kepada Iran.

Mereka masih akan bekerja sama. Tapi, di balik meja, keduanya sudah menyiapkan rencana cadangan. AS mulai memperhitungkan skenario tanpa Israel. Israel mulai memperhitungkan skenario tanpa AS.

Kedua: perang akan terus berlanjut, tapi tanpa kejutan besar.

Iran terus memperkaya uranium. Israel terus memantau. AS terus menekan. Tapi, tidak ada yang mau perang besar.

Trump tidak mau perang menjelang pemilu. Netanyahu tidak mau kehilangan dukungan AS. Iran tidak mau perang habis-habisan.

Jadi, yang terjadi adalah perang lambat. Perang yang tidak pernah benar-benar berakhir. Perang yang membuat semua orang lelah, tapi tidak ada yang berani mengakhiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: