Jokowi Curi Start
ILUSTRASI Jokowi Curi Start.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Kampanye Jokowi akan terus berputar. Sudah ada jadwalnya, 22 Agustus ini ke Kalimantan, hadir di acara adat Dayak. Bisa ditebak, Jokowi bakal menerima gelar adat. Gelar ke-16.
Tentu yang ditunggu, apakah PSI akan mendapat efek besar. Mampukah Jokowi membawa partai yang dipimpin anak bungsunya, Kaesang, lolos ke Senayan. Jokowi sendiri berkoar, PSI akan menjadi partai besar.
Ia sangat hakulyakin bisa melewati threshold DPR: 4 persen. Angka yang gagal dicapai PSI saat Jokowi menjabat presiden.
BACA JUGA:Prabowo-Jokowi: Panas Dingin Suksesi
BACA JUGA:Rumah Jokowi
Hasil survei yang beredar, angka PSI masih kecil. Hanya 1,9 persen. Padahal, Jokowi sudah berkeringat ke Kupang dan Lampung. Seakan-akan Jokowi kehilangan pamor. Angka itu menunjukkan bahwa publik mempunyai persepsi negatif terhadap mantan presiden itu.
Namun, sebuah sumber menyebutkan, PSI juga memegang hasil survei yang hasil elektabilitasnya mendekati 4 persen. Itulah yang membuat Jokowi tetap yakin dengan targetnya. Bahkan, jika ambang batas lolos ke DPR dinaikkan lagi, ia tetap yakin mampu diloncati.
Kalau Prabowo yang merasa sebagai murid tak mampu mengimbangi manuver Jokowi, satu-satunya lawan sebanding adalah PDIP. Belum terlihat langkah nyata partai banteng untuk mengimbangi langkah Jokowi.
Padahal, yang digerilya Jokowi adalah basis banteng. NTT adalah salah satu lumbung PDIP. Begitu juga Kalimantan Barat yang akan disambangi. Apakah strategi PDIP memilih diam itu untuk melihat petanya dulu.
BACA JUGA:Ijazah Jokowi dan Streisand Effect
BACA JUGA:Adili Jokowi
Posisi PDIP cukup unik. Tidak full oposisi seperti di era SBY. Sekarang di kabinet tidak ada menteri dari PDIP, tetapi mereka tak mau disebut oposisi. PDIP memilih istilah mitra kritis pemerintah.
Sikap politik parpol yang tak mengenal oposisi itu berimbas ke parlemen. Suara rakyat yang kritis terhadap penguasa nyaris tak terakomodasi. Para elite parpol selalu berteriak hidup Prabowo! Hidup Prabowo!
Sementara itu, Prabowo berteriak hidup Jokowi! Hidup Jokowi!
Sedangkan di luar istana, para mahasiswa yang demo berjilid-jilid berteriak anti-Prabowo dan anti-Gibran bin Jokowi. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: