Berani Ambil Risiko, Belajar dari Duel Legendaris Miyamoto Musashi vs Sasaki Kojiro
Ilustrasi duel Miyamoto Musashi dan Kojiro, duel yang mengandung pelajaran hidup tentang keberanian mengambil risiko.-Recovering Overthinker-Existential Espresso
BACA JUGA:Filsafat Harapan dalam Perjuangan Panjang Wong Cilik Hidupkan Ratu Adil
BACA JUGA:Mengenal Jia Baoyu, Tokoh Utama A Dream of Red Mansions yang Sarat Makna Filosofis
Musashi kemudian berjalan santai menuju Kojiro. Tanpa memedulikan keluhan lawannya mengenai keterlambatan.
Sikap tersebut membuat Kojiro semakin marah. Kojiro mencabut pedangnya dan melancarkan serangan ke arah tengah dahi Musashi.
Pada saat yang sama, Musashi mengayunkan pedang kayunya. Lalu berhasil menghantam kepala Kojiro.
Kojiro jatuh di tempat. Ujung pedangnya sempat memotong simpul hachimaki Musashi. Hingga sapu tangan tersebut jatuh ke tanah.
BACA JUGA:Ragam Jenis, Tata Cara, dan Filosofi Dupa dalam Tradisi Tionghoa
Tetapi pedang kayu Musashi tepat mengenai kepala Kojiro. Musashi kemudian memberikan satu serangan terakhir. Ia pun mengalahkan Demon of the Western Provinces.
Duel tersebut menjadi pertarungan terbesar dalam hidupnya. Bahkan masih dibicarakan lebih dari 400 tahun kemudian.
Kisah duel tersebut sering dibahas. Terutama pelajaran dari sisi perang psikologis Musashi terhadap Kojiro.
Namun, ada pelajaran lain yang tidak kalah penting. Yakni kesediaan Musashi menghadapi risiko nyata dalam duel itu.
BACA JUGA:Usung Tenun Gedog Tuban dan Filosofi Koma, Uzzaer Ruwaidah Pamer Karya di Wisma Jerman
BACA JUGA:Bagua Zhang, Filosofi Seni Bela Diri dari Tiongkok yang Mengalir Seperti Naga
Hachimaki Musashi terkena ujung pedang Kojiro. Dengan kata lain, Musashi pun tak luput dari risiko kehilangan nyawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: existential espresso