Berani Ambil Risiko, Belajar dari Duel Legendaris Miyamoto Musashi vs Sasaki Kojiro
Ilustrasi duel Miyamoto Musashi dan Kojiro, duel yang mengandung pelajaran hidup tentang keberanian mengambil risiko.-Recovering Overthinker-Existential Espresso
HARIAN DISWAY - Ada pepatah lama yang mengatakan, "Untuk menangkap harimau, Anda harus masuk ke sarang harimau."
Ungkapan tersebut menyampaikan kebenaran yang tak lekang waktu. Bahwa untuk meraih tujuan yang berharga, seseorang harus berani mengambil risiko. Bahkan risiko yang berbahaya.
Ada contoh legendaris mengenai prinsip tersebut. Dapat ditemukan dalam kehidupan Miyamoto Musashi.
Anda sudah tahu, ialah samurai, seniman, ahli strategi, dan filsuf. Namanya menjadi bagian penting dari sejarah serta budaya Jepang.
BACA JUGA:Mengikuti Diskusi Teosofi di Sanggar Penerangan Surabaya: Filsafat, Sains, dan Spiritualitas
BACA JUGA:Cegah Deforestasi dan Bencana, Belajar dari Filsafat Konfusius
Sejarah Musashi telah berkembang menjadi legenda. Kisah hidupnya menginspirasi berbagai novel, komik, buku nonfiksi, film, drama panggung, dan serial televisi.
Karya utamanya, The Book of Five Rings, bahkan memperoleh status legendaris. Jauh melampaui dunia seni bela diri.
Salah satu kisah populernya terlihat dalam duel pedang legendaris. Duel paling terkenal dalam sejarah. Yakni antara Musashi dan Sasaki Kojiro, rival terbesarnya.
Pada 13 April 1612, Musashi, seorang pendekar pedang pengembara, mendatangi pulau kecil bernama Funa-jima yang kini dikenal sebagai Ganryu-jima.
BACA JUGA:Jumlah Jari Naga dalam Kelenteng, Maknai Filsafat Konfusius
Tujuannya adalah menghadapi Kojiro. Ia pendekar pedang tersohor. Dikenal dengan julukan Demon of the Western Provinces.

Kastil Kokura di Jepang yang dibangun oleh Kojiro, musuh besar Miyamoto Musashi.-Recovering Overthinker-Existential Espresso
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: existential espresso