Kasus Kanker Payudara Masih Tinggi, AHCC Ingatkan Pentingnya Skrinning Dini, Tak Perlu Takut

Kasus Kanker Payudara Masih Tinggi, AHCC Ingatkan Pentingnya Skrinning Dini, Tak Perlu Takut

Sesi edukasi digelar bersama dokter spesialis bedah dan onkologi Adi Husada Cancer Center pada 26 Agustus 2026 di Grand Swiss-Belhotel Darmo Surabaya.- Ilmi Bening - Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Adi Husada Cancer Center (AHCC) menggelar AHCC's Partner Gathering: Synergy in Care dengan mengusung tema Integrating Corporate, Insurance, Community and Media pada Rabu, 26 Agustus 2026. Acara berlangsung di Grand Swiss-Belhotel Darmo Surabaya.

Salah satu topik yang dibahas dalam gathering adalah kanker payudara. Pembahasan meliputi deteksi dini terkait kanker dan pengobatannya.

"Harapannya, para agen asuransi, tim perusahaan, dan pihak terkait lainnya dapat membantu untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kanker," ujar dr. Silvia Haniwijaya, M. Kes, general manager AHCC. 

Menurut dia, kanker payudara masih menjadi kasus tertinggi di Indonesia. Sebab itu, skrinning seharusnya lebih banyak digaungkan untuk pencegahan kanker payudara. 

BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan General manager Adi Husada Cancer Center (AHCC), Surabaya dr Silvia Haniwijaya: Mei Yi Yan Nian

BACA JUGA:Perkumpulan Adi Husada & Yayasan Buddha Tzu Chi Surabaya: Siklus Kebaikan, yang Menanam Akan Memetik

Dokter spesialis bedah AHCC, dr. Sahar Bawazeer, Sp. B, mengatakan bahwa seringkali pasien sudah merasa takut duluan sebelum menjalani tahap awal pemeriksaan. Bahkan, pada saat biopsi


JAJARAN petinggi Adi Husada Cancer Center berfoto bersama usai sesi edukasi kanker payudara pada Rabu, 26 Agustus 2026. -Ilmi Bening-Harian Disway

"Padahal proses biopsi yang saya kerjakan itu mungkin hanya lima menit dengan metode minimal invasif. Dari biopsi itu, kita mendapatkan begitu banyak informasi spesifik untuk mengobati jenis kanker tersebut," ungkap Bawazeer.

Biasanya, untuk membuat pasien tidak takut, ia mengajak ngobrol atau bercanda. Bawazeer menambahkan bahwa biopsi untuk deteksi kanker atau tumor payudara tidak memerlukan sayatan besar. Ada metode Fine Needle Aspiration (FNA) yang hanya memakai jarum kecil. 

"Ada juga Core Biopsy yang menggunakan jarum yang sedikit lebih besar tetapi tidak terlalu nyeri. Metode ini dapat memberi tahu jenis kankernya secara pasti hingga pemeriksaan protein untuk targeted therapy," tambahnya.

BACA JUGA:We Cancervive: Komunitas Senam Dahlan Iskan & Adi Husada Peringati Hari Kanker Sedunia di Kantor Harian Disway

BACA JUGA:Adi Husada Cancer Center Gandeng A1 Health, Sinergi Global Lawan Kanker

Tanpa biopsi, pengobatan kanker tidak akan spesifik dan hanya akan membuang-buang biaya. Karena itu, penting ditekankan kepada publik bahwa biopsi akan sangat membantu pemeriksaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: