Kasus Kanker Payudara Masih Tinggi, AHCC Ingatkan Pentingnya Skrinning Dini, Tak Perlu Takut

Kasus Kanker Payudara Masih Tinggi, AHCC Ingatkan Pentingnya Skrinning Dini, Tak Perlu Takut

Sesi edukasi digelar bersama dokter spesialis bedah dan onkologi Adi Husada Cancer Center pada 26 Agustus 2026 di Grand Swiss-Belhotel Darmo Surabaya.- Ilmi Bening - Harian Disway

Ketakutan pasien itu dapat berawal dari pengaruh lingkungan sekitar. Biasanya ada obrolan-obrolan negatif terkait penanganan tumor atau kanker payudara di rumah sakit yang terkesan semakin membuat khawatir. 

Dalam gathering, para dokter spesialis menyampaikan bahwa deteksi yang paling mudah dilakukan ialah dengan mempraktikkan Periksa Payudara Sendiri (SADARI). Praktik itu bisa dilakukan secara rutin di rumah.

Setelah terdeteksi, proses perawatan akan menjadi lebih efektif. Namun, untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik, pasien kanker butuh konsistensi dan kedisiplinan yang tinggi.

BACA JUGA:Deteksi Dini Kanker Serviks Gratis di Masjid Cheng Hoo, Bantu Selamatkan Banyak Nyawa

BACA JUGA:Bra Purse: Wujud Kepedulian Aryani Widagdo Creativity Nest pada Kanker Payudara


DIRUT Harian Disway Tomy Gutomo menerima kenang-kenangan dari General Manager AHCC Silvia Haniwijaya setelah menghadiri AHCC’s Partner Gathering Synergy in Care. -Ilmi Bening-Harian Disway

Saat ini, pasien termuda yang dr. Lulus Handayani, Sp. Rad, Sp. Onk. Rad (K) tangani berusia 27 tahun. Pada sekitar 2021, bahkan ada yang berusia 25 tahun. Namun, skrinning lebih dini akan mencegah keparahan.

"Benjolan dibiarkan bertahun-tahun hingga menyebar dan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Jika ada benjolan, segera periksakan. Jangan takut dengan terapi radiasi," tegasnya. 

Dampak dari terapi radiasi memang menyebabkan kemerahan pada kulit. Namun, teknologi sekarang sudah semakin canggih. Salep juga bisa membantu perbaikan jaringan.

"Radiasi itu tidak terasa sakit, tidak berbau, hanya efeknya memang tampak di kulit," kata Lulus.

BACA JUGA:Do Yoga To Give, Edukasi SADARI dan Kisah Survivor Kanker Payudara yang Menginspirasi

BACA JUGA:Pentingnya SADARI bagi Perempuan Muda: Deteksi Dini Kanker Payudara untuk Hidup Lebih Sehat

Jika kanker atau tumor payudara bisa ditangani lebih awal, pengangkatan jaringan tumor dan kanker mungkin hanya sedikit. Pengambilan jaringannya tidak sebesar saat sudah menyebar.

Bahkan, jika pasien adalah ibu menyusui, proses pemberian ASI untuk bayinya tidak akan terhambat. Sebab, semakin cepat terdeteksi, maka penanganannya akan lebih maksimal. 

"Berbeda dengan pengangkatan total (mastektomi) yang area putingnya ikut diangkat, ibu tidak bisa lagi menyusui, kecuali masih ada payudara di sisi lainnya yang masih aman," terang Bawazeer.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: