Luluh di Aragon, Jack Miller Sanjung Progres Handling Yamaha YZR-M1
Jack Miller, saat beraksi di GP Aragon 2026.--Twitter Yamaha Racing @YamahaRacingCom
HARIAN DISWAY - Kritik tajam Jack Miller terhadap loyonya tenaga Yamaha YZR-M1 perlahan luluh di MotorLand Aragon. Meski finis di posisi ke-11, pembalap Prima Pramac Racing itu tak ragu melayangkan pujian setinggi langit bagi progres sasis dan handling motor asal Iwata tersebut.
Kendati pasrah digilas ketangguhan lawan di trek lurus, Miller menegaskan bahwa mahakarya baru Yamaha kini berada di trek yang benar, menyalakan titik terang tepat sebelum amunisi mesin teranyar dijajal di Misano.
Jack Miller dan para pembalap Yamaha MotoGP lainnya gencar melayangkan kritik terhadap YZR-M1 dalam beberapa pekan terakhir. Secara khusus, Miller menyoroti minimnya tenaga mesin yang terus menjadi sumber frustrasi bagi pembalap Prima Pramac Racing tersebut.
Namun, seusai seri ke-13 di MotorLand Aragon, pembalap asal Australia itu mulai melihat titik terang. Ia memberikan ulasan yang sangat positif terkait kemajuan yang dicapai Yamaha.
Sekilas, hasil balapan di Aragon memang belum memberi alasan untuk perayaan besar. Miller finis di posisi ke-11 sebagai pembalap Yamaha teratas, tertinggal 27,2 detik dari sang pemenang, Marc Marquez, dalam balapan sepanjang 23 lap tersebut.
BACA JUGA:Hasil MotoGP Aragon 2026: Marc Marquez Sabet Kemenangan Mutlak
BACA JUGA:Quiles Menang Moto3 Aragon 2026, Veda Ega Pratama Finis P20
Sejak lap ke-12, Miller terlibat duel sengit jarak dekat dengan penunggang Honda RC213V, Diogo Moreira. Setelah itu, ia harus melayani perlawanan duo KTM RC16, Enea Bastianini dan Brad Binder, meski akhirnya harus menyerah di lap-lap akhir.
“Secara keseluruhan, ini akhir pekan yang lumayan. Saya memberikan seluruh kemampuan saya dalam balapan ini,” ujar Miller, yang sempat mempertahankan posisinya di 10 besar pada lap ke-12.
“Sayangnya, kami harus menyerahkan posisi kepada KTM pada akhirnya. Saya mencoba mempersulit mereka sebisa mungkin, tetapi rasanya seperti bertarung dengan tangan terikat di belakang punggung,” pungkasnya.
Miller mampu memanfaatkan keunggulannya saat pengereman, tetapi ia tak berdaya menghadapi ketangguhan KTM di trek lurus. Menariknya, catatan waktu Miller hanya tertinggal 0,765 detik dari Brad Binder.

Jack Miller saat berada di area paddock sirkuit MotorLand Aragon pada GP Aragon 2026--Twitter Fausto Macieira @faustomacieira
“Saat Enea menyalip, saya mencoba mempersulitnya dengan mengerem sangat lambat. Namun, dia akhirnya berhasil menyalip tepat di tengah trek lurus dan mengambil jalur yang sangat sempit di tikungan terakhir. Brad melakukan hal yang sama persis. Tidak banyak yang bisa dilakukan dalam situasi seperti itu,” tegas Miller.
Terlepas dari kelemahan mendasar tersebut, penilaian Miller terhadap YZR-M1 secara keseluruhan kini jauh lebih positif. Pembalap berusia 31 tahun itu percaya Yamaha berada di jalur yang benar, terutama dalam hal penanganan (handling).
“Sejujurnya, motor ini bekerja cukup baik. Saya tidak bisa menyalahkannya di tikungan. Kami hanya kehilangan terlalu banyak waktu di trek lurus, dan kami menyadari hal itu,” kata Miller.
“Tidak banyak yang bisa kami lakukan saat ini, jadi tidak ada gunanya mengeluh. Kami hanya harus memaksimalkan apa yang ada.” pungkasnya.
BACA JUGA:GP Aragon 2026: Bezzecchi Raih Pole Position Pecahkan 2 Rekor
BACA JUGA:MotoGP Aragon 2026: Bezzecchi Patahkan Rekor Marc Marquez di Sesi Practice
Manajemen Ban dan Pengujian Komponen Baru
Manajemen ban menjadi kunci penting pada balapan kali ini. Belajar dari sprint race hari Sabtu, Miller tampil lebih berhati-hati dalam menjaga ban depan. Namun, strategi tersebut menuntut kompromi.
“Jika terlalu berhati-hati menjaga ban depan, Anda akan kehilangan sedikit kecepatan saat menikung. Saat sprint, saya termasuk yang tercepat di area itu. Di sektor terakhir, catatan waktu saya berada di urutan keempat secara keseluruhan, bahkan lebih cepat dari Marc. Saya pastikan itu bukan karena trek lurus belakang,” jelas Miller.
“Di balapan utama, saya tidak bisa mengendarai motor seperti itu karena bisa memicu understeer berlebihan di bagian depan dan merusak ban. Itulah alasan saya bermain lebih aman kali ini,” tambahnya.
Strategi tersebut terbukti berhasil karena performa ban depan dan belakang tetap terjaga hingga akhir balapan. “Situasinya cukup kritis di lap terakhir, tetapi secara keseluruhan saya sangat puas dengan performa ban,” tutur Miller.
Perkembangan Yamaha sendiri terus melangkah maju. Pada seri ke-12 di Silverstone lalu, Yamaha menurunkan pembalap penguji Augusto Fernandez. Bukan sekadar tampil sebagai pembalap wildcard, Yamaha menguji desain sasis terbaru dengan geometri yang disesuaikan guna mengembalikan handling bagian depan yang khas seperti era mesin inline.
Usai balapan di Silverstone, pabrikan asal Iwata tersebut mengonfirmasi rencana peluncuran mesin 1000cc terbaru pada seri Misano, dua pekan mendatang. Namun, rumor di paddock pascaballapan Aragon meyakini bahwa Miller, sebagai pembalap pengembang YZR-M1, telah menguji sasis dan mesin terbaru tersebut pada motornya.
Miller menilai mesin dasar YZR-M1 saat ini jauh lebih kompetitif dibandingkan awal musim, meski top speed masih menjadi celah utama.
“Tentu saja, tambahan tenaga 20 PS saja sudah bisa mengubah karakter sepeda motor secara signifikan,” ujar Miller merujuk pada defisit tenaga mesinnya. “Meski demikian, saya percaya kami telah meningkatkan performa motor ini secara signifikan dalam waktu yang singkat.”
Pembalap veteran itu menegaskan bahwa proyek ini masih sangat baru. “Ini adalah motor yang benar-benar baru tahun ini. Kami terus berusaha memaksimalkan potensi yang ada.”
Kesimpulan dari seri Aragon membawa angin segar bagi Yamaha. M1 dinilai sudah berada pada level yang solid dalam hal sasis dan respons saat menikung. Kelemahan utamanya kini murni berada pada sektor tenaga di trek lurus.
Ujian berikutnya akan tersaji di Misano dua pekan mendatang. Mampukah para teknisi Yamaha memaksimalkan potensi mesin terbarunya? Kita tunggu saja.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: