'King Ryan' Buka Suara, Hanya Aku yang Berani Hadapi Semua Petinju Hebat!

'King Ryan' Buka Suara, Hanya Aku yang Berani Hadapi Semua Petinju Hebat!

Ryan Garcia saat melakukan siaran langsung di akun You Tube Nina Drama-Tangkap layar-You Tube Nina Drama

HARIAN DISWAY Ryan Garcia membuat pernyataan penuh percaya diri mengenai perjalanan kariernya di dunia tinju. Petinju berjuluk “King Ryan” itu menilai dirinya memiliki salah satu rekam jejak paling menarik di antara para bintang tinju saat ini. Pernyataan tersebut disampaikan Garcia ketika melakukan siaran langsung bersama Nina Drama. 

Garcia membicarakan perjalanan kariernya sejak masih berusia sangat muda. Menurutnya, kesuksesan yang ia raih bukan sesuatu yang datang secara instan. Garcia mengaku sudah bertanding sejak berusia tujuh tahun dan mulai mengoleksi gelar nasional ketika masih anak-anak.

“Saya adalah petinju yang memberikan pengaruh bagi orang lain. Saya tidak memulainya dengan cara seperti itu, Papas. Siapa yang sudah bertanding sejak usia tujuh tahun? Saya. Siapa yang memenangkan gelar nasional? Saya, saat berusia 10 tahun. Lihat saja, saya memenangkan gelar nasional lagi pada usia 12 tahun, lalu 14 tahun, kemudian 15 tahun,” ujar petinju berdarah Meksiko tersebut.


Ryan Garcia petinju berdarah Meksiko yang memiliki nama julukan -kingryan-Instagram

Garcia memang dikenal sebagai salah satu talenta paling populer yang muncul dari generasi muda tinju Amerika Serikat. Kecepatan tangan, kemampuan knockout, serta popularitasnya di media sosial membuat namanya berkembang pesat bahkan sebelum ia menjadi juara dunia.

Namun, yang paling menarik dari pernyataannya adalah ketika Garcia mulai membandingkan daftar lawan yang sudah dan akan dihadapinya.

BACA JUGA:Ryan Garcia vs Conor Benn di UFC 330: Misi King Ryan Pertahankan Sabuk Welter WBC

BACA JUGA:Justin Gaethje Tantang Conor McGregor Sebelum Pensiun, UFC Siap Wujudkan?

Ia menyinggung beberapa nama besar seperti Gervonta “Tank” Davis, Devin Haney, Rolando “Rolly” Romero, hingga Conor Benn. Menurut Garcia, tidak banyak petinju dari kelompok elit tersebut yang sudah mengambil tantangan serupa.

"Bro, jujur saja ya. Hei, satu-satunya orang yang sudah melawan Tank Davis, Devin Haney, dan Rolly Romero—dan sekarang akan melawan Conor Benn—satu-satunya dari kelompok petinju yang dianggap hebat oleh semua orang itu, cuma aku yang sudah melakukannya sejauh ini," jelas Garcia.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian paling menarik dari pembicaraan Garcia. Ia seolah ingin menegaskan bahwa kualitas rekam jejak tidak hanya ditentukan oleh jumlah kemenangan, tetapi juga keberanian menghadapi nama-nama besar.

Salah satu duel terbesar dalam perjalanan profesional Garcia terjadi ketika ia menghadapi Gervonta Davis pada April 2023. Pertarungan tersebut menjadi salah satu laga paling dinantikan dalam dunia tinju, tetapi Garcia harus menelan kekalahan melalui knockout pada ronde ketujuh.

Garcia kemudian mencoba bangkit. Ia mencatat kemenangan atas Oscar Duarte sebelum kembali menghadapi salah satu rival besar generasinya, Rolando Romero. Dalam pertarungan tersebut, Garcia justru kembali mengalami kekalahan melalui unanimous decision pada Mei 2025.

BACA JUGA:Pesan Conor McGregor ke Ryan Garcia Usai KO dari Gervonta Davis: Rematch Tanpa Klausul Rehidrasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: espn