45 Santri Kembali Dirawat, Pemkab Sidoarjo Evaluasi SPPG MBG
Sejumlah santri Ponpes Manbaul Hikam, menjalani perawatan medis di ruang IGD, RSUD Notopuro.-Eko Setyawan-Harian Disway
SIDOARJO, HARIAN DISWAY - Kasus dugaan keracunan setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo kembali menjadi sorotan.
Sebanyak 45 santri yang sebelumnya menjadi korban kembali menjalani perawatan pada 7–8 September 2026.
Para santri tersebut dirawat di RSUD Notopuro dan RSI Siti Hajar. Keluhan yang muncul masih serupa, yakni mual, muntah, dan diare.
Kasus ini merupakan kejadian ketiga yang diduga berkaitan dengan makanan MBG di Sidoarjo.
BACA JUGA:BGN: 90 Persen Kasus Keracunan MBG Gegara Pengelola Dapur Langgar SOP
BACA JUGA:Kasus Keracunan Menu MBG Beruntun, Kepala BGN: Kelalaian SPPG Bisa Berujung Pidana
Peristiwa terbesar terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, pekan lalu. Jumlah korbannya mencapai lebih dari 800 orang.
Namun, 45 santri yang kembali dirawat bukan korban baru. Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman menyebut mereka merupakan pasien dari kasus sebelumnya.
Kondisi tersebut diduga dipicu oleh ketidakpatuhan mengonsumsi obat setelah pasien diperbolehkan pulang.
Faktor lain yang mungkin berpengaruh adalah perbedaan daya tahan tubuh masing-masing santri.
"Saat ini, dua santri masih rawat inap. Lainnya telah pulang," kata Ainur, Selasa, 8 September 2026.
BACA JUGA:3 Hari, 7 Daerah, Sedikitnya 2.163 Korban Keracunan MBG
Kasus berulang tersebut mendorong Pemkab Sidoarjo mengevaluasi penyelenggaraan program MBG, khususnya operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: