5 Cara Membersihkan Motor dari Abu Vulkanik Tanpa Merusak Cat

5 Cara Membersihkan Motor dari Abu Vulkanik Tanpa Merusak Cat

Ilustrasi motor terkena abu vulkanik. Jangan langsung dibersihkan dan jangan dibiarkan abu menumpuk!-@0514_NeyNey-X (Twitter)

HARIAN DISWAY - Hujan abu vulkanik pascaerupsi gunung berapi kerap membuat motor tertutup lapisan debu tebal. Berisiko merusak cat hingga komponen mesin.

Terdapat langkah-langkah tertentu untuk membersihkan motor dari abu vulkanik. Perlu dilakukan secara bertahap. Sehingga tidak menimbulkan baret atau karat.

Anda sudah tahu, abu vulkanik mengandung partikel mineral tajam dan bersifat asam. Dampaknya bisa mengikis lapisan clear coat cat motor. Terlebih jika dibersihkan dengan cara yang salah

Hindari melap debu secara langsung saat masih kering. Pun, jangan dibiarkan abu menumpuk di permukaan motor selama berhari-hari. 

BACA JUGA:Cara Pantau Abu Vulkanik Anak Krakatau Lewat HP, Bisa Cek MAGMA Indonesia

BACA JUGA:Daftar 10 Gunung Api Paling Sering Erupsi 2026, Gunung Semeru Tempati Posisi Pertama

Berikut 5 langkah sederhana untuk membersihkan motor dari abu vulkanik. Tanpa merusak bodi maupun mesinnya. 

1. Jangan Langsung Dilap, Siram dengan Air Mengalir Dulu

Langkah pertama adalah menghindari kontak langsung antara kain atau lap dengan abu dalam kondisi kering.


Damkar membersihkan abu vulkanik bekas letusan Gunung Anak Krakatau.-ist-

Mengelap motor yang masih dipenuhi abu vulkanik justru akan membuat partikel kasarnya bergesekan dengan cat. Lalu meninggalkan baret halus.

Gunakan selang air atau alat penyemprot bertekanan rendah. Gunanya untuk meluruhkan abu terlebih dulu sebelum motor disentuh.

BACA JUGA:5 Bandara Ini Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau

BACA JUGA:6 Tips Merawat Rantai Motor saat Musim Kemarau Berdebu agar Tetap Awet

Air yang mengalir bebas membantu mengangkat sebagian besar debu. Tanpa ada gesekan dengan motor sama sekali.

2. Bersihkan Bagian Rentan Lebih Dulu

Setelah abu longgar tersiram air, perhatikan bagian-bagian motor yang paling rentan terkena dampak. Seperti lampu, tutup tangki bahan bakar, filter udara, serta celah baut dan kabel.

Abu yang menumpuk di tutup tangki berisiko ikut masuk ke dalam tangki saat motor diisi bahan bakar. Sementara abu yang menyelinap ke filter udara dapat memicu masalah pada sistem pembakaran mesin.

Bagian yang bergerak seperti kabel gas, kabel rem, dan engsel juga perlu dibersihkan lebih teliti. Karena abu yang menyelip di sana bisa mempercepat karat. Lalu membuat komponen terasa seret saat digunakan.

BACA JUGA:5 Motor Bebek dengan Torsi Besar, Tangguh Menanjak Medan Pegunungan Ekstrem

BACA JUGA:5 Fakta Motor Listrik, Teknologi Baterai dan Mesin Penggerak telah Berkembang Pesat

3. Cuci dengan Sabun Khusus dan Gerakan Satu Arah

Setelah bagian rentan aman, lanjutkan mencuci seluruh bodi motor menggunakan sabun khusus kendaraan yang bersifat lembut.

Lalu aplikasikan dengan spons atau kain microfiber yang sudah dibasahi. Usapkan sabun dengan gerakan satu arah. Bukan memutar. Tujuannya untuk mengurangi risiko partikel abu yang tersisa saling bergesekan dan menggores cat.

Sebaiknya gunakan dua ember terpisah. Satu berisi air sabun dan satu lagi air bersih untuk membilas spons.

Sehingga abu yang sudah terangkat tidak kembali menempel dan menggores permukaan cat saat proses mencuci berlangsung.

BACA JUGA:Jangan Asal Isi BBM! Begini Cara Memilih Bahan Bakar yang Tepat agar Mesin Motor Tetap Awet

BACA JUGA:6 Tips Merawat Rantai Motor saat Musim Kemarau Berdebu agar Tetap Awet

4. Bilas Tuntas dan Keringkan Celah-Celah Body

Setelah dicuci, bilas seluruh bagian motor. Hingga benar-benar bersih dari sisa sabun maupun abu yang masih menempel di sela-sela body, spakbor, dan area sekitar knalpot.

Sisa abu yang tertinggal di celah sempit berpotensi tetap abrasif. Lama-kelamaan memicu korosi jika dibiarkan lembap.

Gunakan kain microfiber kering atau kain lembut untuk mengeringkan seluruh permukaan. Termasuk bagian yang tersembunyi.

Motor yang dibiarkan basah dalam waktu lama justru mempercepat munculnya karat. Terutama pada bagian logam yang sudah terpapar abu bersifat asam.

BACA JUGA:Gunung Anak Krakatau Erupsi Hebat, BMKG Peringatkan Sifat Korosif Abu Vulkanik yang Terjang Ibu Kota

BACA JUGA:Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Abu Vulkanik Bergerak ke Laut

5. Lapisi dengan Wax atau Pelumas Anti Karat

Langkah terakhir yang sering terlewat adalah memberi lapisan pelindung tambahan setelah motor benar-benar bersih dan kering.


Periksa abu vulkanik yang kemungkinan masih menempel di sela-sela komponen motor. Termasuk filter. -momotor.id -

Wax pada bagian bodi membantu membentuk lapisan tipis. Itu menghalangi debu dan zat asam menempel langsung ke permukaan cat pada paparan abu berikutnya.

Untuk bagian logam seperti rantai, baut, dan komponen mesin yang terbuka, semprotan pelumas anti karat bisa membantu mencegah korosi lebih lanjut.

Itu perlu dilakukan. Apalagi jika motor masih akan sering digunakan di area yang berpotensi terpapar abu vulkanik susulan.

BACA JUGA:5 Cara Membersihkan Filter Udara Motor Matic agar Performa Mesin Tetap Tejaga

BACA JUGA:Cara Mengatasi Gas Motor Matik Naik Sendiri atau Tersangkut saat Dikendarai

Membersihkan motor sekali saja tidak cukup jika abu vulkanik masih berpotensi turun susulan. Sebaiknya periksa kembali kondisi motor secara berkala.

Terutama filter udara dan area sekitar rem. Fungsinya untuk memastikan tidak ada sisa abu yang tertinggal dan mengganggu performa. (*)

*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: diolah dari berbagai sumber