Begini Cara Aman Melindungi Keluarga saat Udara Terpapar Partikel Berbahaya Abu Vulkanik
Waspada Abu Vulkanik, Begini Cara Aman Melindungi Keluarga Selagi di Rumah-Gergely Meszárcsek-Pexels
HARIAN DISWAY - Jika sampai terhirup, abu vulkanik bisa membahayakan kesehatan. Karena itu, imbauan untuk selalu waspada dan menghindari aktivitas di luar ruangan pasca erupsi gunung berapi tak bisa bisa dianggap angin lalu.
Sejumlah lembaga kesehatan dan geologi internasional, seperti CDC dan International Volcanic Health Hazards Network (IVHHN), menegaskan bahwa risiko abu vulkanik bagi kesehatan sangat nyata.
Kelompok yang paling rentan terpapar dampaknya adalah anak-anak, lansia, serta orang dengan riwayat asma atau penyakit paru kronis.
Namun, risiko tersebut bisa ditekan dengan langkah pencegahan sederhana di rumah. Berikut cara melindungi keluarga dari paparan partikel berbahaya abu vulkanik.
BACA JUGA:Masker Saja Tidak Cukup! Ini Tips Sehat Beraktivitas di Udara yang Tercemar
BACA JUGA:Cara Pantau Abu Vulkanik Anak Krakatau Lewat HP, Bisa Cek MAGMA Indonesia
Mengapa Abu Vulkanik Berbahaya bagi Pernapasan
Abu vulkanik bukan debu biasa. Partikelnya berukuran sangat halus, kasar, dan bertekstur tajam sehingga mudah mengiritasi saluran napas begitu terhirup.
Partikel abu dapat membuat saluran napas mengerut lebih sering, sehingga bernapas terasa lebih berat, terutama bagi orang dengan gangguan paru kronis. Paparan abu halus juga memicu produksi lendir berlebih pada saluran napas, yang membuat orang jadi lebih sering batuk.

ABU VULKANIK diambil dari permukaan kendaraan warga Jakarta setelah erupsi Anak Krakatau pada 5 September 2026.--X/Fahad Naim
Kelompok yang paling berisiko mengalami gangguan akibat abu vulkanik meliputi anak-anak, bayi, lansia, serta penderita asma, emfisema, atau penyakit paru kronis lain. Pada penderita asma, paparan abu dan gas vulkanik dapat memicu gejala sesak napas, mengi, dan batuk yang lebih parah dari biasanya.
Selain saluran napas, abu vulkanik juga berpotensi mengiritasi mata karena teksturnya yang kasar dan bisa menggores kornea. Kondisi ini dapat memicu mata merah, perih, berair, hingga terasa seperti ada benda asing yang mengganjal.
BACA JUGA:5 Cara Membersihkan Motor dari Abu Vulkanik Tanpa Merusak Cat
BACA JUGA:5 Bandara Ini Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau
Cara Melindungi Keluarga di Dalam Rumah
Berikut sejumlah langkah yang bisa dilakukan agar abu vulkanik tidak masuk ke dalam rumah dan membahayakan anggota keluarga.
1. Tutup Rapat Pintu dan Jendela
Menutup seluruh pintu, jendela, serta ventilasi menjadi langkah pertama yang paling penting. Jika ada celah di sekitar bingkai pintu atau jendela, celah tersebut sebaiknya ditutup dengan lakban, plastik, atau handuk basah agar partikel halus yang berbahaya tidak masuk.
2. Matikan Alat yang Menyedot Udara dari Luar
Kipas angin, AC, dan alat penghangat ruangan sebaiknya dimatikan selama hujan abu berlangsung. Alat-alat ini biasanya menarik udara dari luar rumah, sehingga justru bisa menjadi jalan masuk abu vulkanik ke dalam ruangan.
3. Siapkan Satu Pintu Keluar Masuk
Menetapkan satu pintu sebagai akses keluar-masuk membantu membatasi jumlah abu yang terbawa ke dalam rumah. Area ini bisa digunakan untuk melepas alas kaki dan pakaian yang terkena abu sebelum masuk ke ruangan utama.
BACA JUGA:Anak Krakatau Erupsi Dua Kali, Abu Vulkanik Bergerak ke Laut
BACA JUGA:Update Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Abu Vulkanik Mulai Menipis
4. Gunakan Masker saat Beraktivitas di Luar
Saat harus keluar rumah, gunakan masker yang mampu menyaring partikel halus, seperti masker N95. Masker kain biasa atau masker bedah tipis kurang efektif menyaring abu karena longgar di wajah dan pori-porinya lebih besar.

MENGELAP debu vulkanik menggunakan kain lembab lebih disarankan karena partikel-partikel halus terangkat dengan lebi baik.-cottonbro studio-Pexels
5. Bersihkan Abu dengan Kain Lembap
Jika abu sudah telanjur masuk ke dalam rumah, bersihkan permukaan menggunakan kain lembap, bukan disapu kering. Cara ini mencegah partikel abu kembali beterbangan dan terhirup saat proses pembersihan berlangsung.
6. Ganti atau Bersihkan Filter Udara secara Berkala
Filter udara pada AC maupun alat penyaring udara di rumah sebaiknya diperiksa dan diganti lebih sering selama musim abu vulkanik. Filter yang kotor dapat menurunkan kualitas udara dalam ruangan alih-alih menyaringnya dengan baik.
Yang Perlu Diperhatikan untuk Kelompok Rentan
Anak-anak sebaiknya tidak diajak bermain di luar ruangan atau melakukan aktivitas yang membuat napas menjadi lebih cepat selama abu masih beterbangan di udara.
BACA JUGA:Abu Vulkanik Anak Krakatau Bikin 170 Pesawat Tertahan di Bandara Soekarno-Hatta
BACA JUGA:Gunung Anak Krakatau Erupsi Hebat, BMKG Peringatkan Sifat Korosif Abu Vulkanik yang Terjang Ibu Kota
Sebab, embusan napas yang lebih dalam berisiko menarik partikel halus lebih jauh ke paru-paru. Sebisa mungkin, ajak anak-anak beraktivitas di dalam rumah sampai kondisi udara membaik.
Bagi penderita asma atau gangguan pernapasan lain, siapkan obat-obatan yang biasa digunakan dan ikuti rencana pengendalian asma yang sudah dianjurkan dokter.
Segera menjauh dari area terdampak apabila gejala sesak napas muncul, dan periksakan diri ke fasilitas kesehatan bila keluhan tidak kunjung membaik.

HINDARI beraktivitas di luar rumah, terutama untuk anak-anak. Selalu siapkan masker untuk mencegah partikel berbahaya abu vulkanik terhirup.-Gustavo Fring-Pexels
Siapkan Kebutuhan Darurat di Rumah
Selain menutup akses masuk abu, ada baiknya keluarga menyiapkan kebutuhan dasar untuk berjaga-jaga apabila hujan abu berlangsung lama. Sejumlah barang yang perlu disiapkan meliputi:
BACA JUGA:Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Abu Vulkanik Mencapai 800 Meter
BACA JUGA:Abu Vulkanik Tidak Terdeteksi, Bandara Sam Ratulangi Telah Kembali Dibuka
- Masker cadangan dan kacamata pelindung untuk seluruh anggota keluarga
- Persediaan air minum dan makanan tahan lama untuk beberapa hari
- Plastik pembungkus untuk melindungi barang elektronik dari debu
- Senter atau lampu darurat beserta baterai cadangan
- Radio bertenaga baterai untuk memantau informasi terkini dari pihak berwenang
Kesiapan sejak awal akan sangat membantu keluarga tetap aman dan nyaman meski harus berdiam diri di rumah dalam waktu cukup lama.
Abu vulkanik memang tidak bisa dihindari saat gunung berapi meletus, tetapi dampaknya terhadap kesehatan keluarga bisa ditekan dengan langkah-langkah sederhana di atas. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: diolah dari berbagai sumber