3 Gunung Api Erupsi Beruntun, Semeru Meletus Lima Kali

3 Gunung Api Erupsi Beruntun, Semeru Meletus Lima Kali

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut masih rawan terhadap lontaran batu pijar.-Istimewa-

HARIAN DISWAY – Aktivitas vulkanik kembali meningkat di sejumlah wilayah Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ibu di Maluku Utara, dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami erupsi beruntun sejak lewat tengah malam hingga Jumat pagi, 11 September 2026.

Data Magma Indonesia, Badan Geologi Kementerian ESDM, mencatat letusan terjadi di tiga pulau berbeda. Masing-masing gunung menunjukkan karakter erupsi yang berbeda, mulai dari letusan berulang hingga semburan kolom abu ratusan meter.

Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang menjadi salah satu gunung dengan aktivitas paling tinggi. Sejak pergantian hari, Semeru tercatat mengalami lima kali erupsi.

BACA JUGA:Update Hari Keempat Pencarian Rombonan Jurnalis Hilang di Selat Sunda

BACA JUGA:BMKG: Debu Vulkanik Anak Krakatau Tak Lagi Terdeteksi, Gelombang Selat Sunda Aman

Letusan pertama terjadi pukul 00.26 WIB. Erupsi tersebut menghasilkan amplitudo maksimum 23 milimeter dengan durasi mencapai 187 detik.

Namun, kondisi puncak Semeru yang tertutup kabut membuat visual letusan tidak dapat diamati.

"Visual letusan tidak teramati. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," tulis petugas pos pantau Semeru, Liswanto AP dan Sigit Rian Alfian dalam laporan siber Magma Indonesia.

Tambahan lima erupsi tersebut membuat jumlah letusan Semeru sepanjang 2026 mencapai 1.831 kali berdasarkan data yang dicantumkan dalam laporan tersebut.

BACA JUGA:Pencarian 5 Jurnalis Hilang Diperluas 3 Kilometer, SAR Bidik Pulau Sertung

BACA JUGA:8 Bandara Kembali Beroperasi, BMKG Pastikan Negatif Abu Vulkanik Anak Krakatau

Aktivitas serupa terjadi di Gunung Ibu, Halmahera, Maluku Utara. Gunung tersebut tercatat mengalami lima kali erupsi setelah pergantian hari.

Erupsi pertama terjadi pukul 00.49 WIT atau 22.49 WIB. Gunung Ibu memuntahkan kolom abu berwarna kelabu pekat setinggi sekitar 400 meter di atas puncak.

Kolom abu bergerak ke arah barat laut. Aktivitas tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan berlangsung selama 48 detik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: