3 Gunung Api Erupsi Beruntun, Semeru Meletus Lima Kali
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut masih rawan terhadap lontaran batu pijar.-Istimewa-
Erupsi berikutnya terjadi berturut-turut pada pukul 08.56 WIT, 08.58 WIT, 10.57 WIT, dan 11.18 WIT.
Dengan tambahan aktivitas tersebut, jumlah letusan Gunung Ibu sepanjang 2026 tercatat mencapai 1.537 kali.
Gunung Ili Lewotolok di Pulau Lembata, NTT, juga menunjukkan aktivitas tinggi. Sejak pukul 00.57 WITA, gunung tersebut dilaporkan mengalami enam kali erupsi.
BACA JUGA:Update Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Abu Vulkanik Mulai Menipis
BACA JUGA:5 Bandara Kembali Dibuka, Abu Gunung Anak Krakatau Masih Tahan Dua Bandara Lampung
Erupsi paling besar pada pagi hari terjadi pukul 09.06 WITA. Saat itu, kolom abu berwarna kelabu tebal membubung hingga sekitar 700 meter di atas puncak.
Kolom abu bergerak ke arah barat. Seismograf mencatat amplitudo maksimum 40 milimeter dengan durasi erupsi 85 detik.
Sepanjang 2026, jumlah letusan Ili Lewotolok tercatat mencapai 116 kali.
Aktivitas tiga gunung api tersebut terjadi di wilayah yang berbeda, yakni Jawa Timur, Maluku Utara, dan NTT. Masyarakat di sekitar kawasan gunung api diminta tetap mengikuti informasi resmi dari pos pengamatan dan PVMBG.
Masyarakat, pendaki, maupun nelayan juga diimbau mematuhi batas radius aman yang telah ditetapkan. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi potensi bahaya vulkanik, termasuk guguran awan panas dan material erupsi.
Aktivitas erupsi yang terjadi berulang menunjukkan bahwa kondisi masing-masing gunung masih perlu dipantau secara ketat. (*)
*) Mahasiswa Magang Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unesa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: