Abu Vulkanik dan Faktor yang Menentukan Arah Sebarannya

Abu Vulkanik dan Faktor yang Menentukan Arah Sebarannya

Abu vulkanik yang terlihat dari letusan Gunung Anak Krakatau.--Pexels

HARIAN DISWAY - Letusan gunung berapi tidak hanya berdampak pada wilayah di sekitarnya. Tetapi juga bisa memengaruhi daerah yang jauh dari pusat erupsi.

Abu vulkanik yang dihasilkan dari letusan mampu terbang. Bahkan hingga ribuan kilometer dari titik letusan.

Dilansir dari United States Geological Survey (USGS), abu vulkanik menyebar mengikuti arah angin. Sehingga dampaknya  meluas.

Bisa dirasakan di lokasi yang dekat maupun jauh dari gunung berapi yang meletus. Semakin ringan dan kecil partikel abu, semakin jauh pula jarak yang bisa ditempuhnya.

BACA JUGA:Begini Cara Aman Melindungi Keluarga saat Udara Terpapar Partikel Berbahaya Abu Vulkanik

BACA JUGA:5 Cara Membersihkan Motor dari Abu Vulkanik Tanpa Merusak Cat

Fenomena itu pernah tercatat dalam sejarah. Salah satunya saat letusan Krakatau pada. Abunya sampai terdeteksi ribuan kilometer dari pusat letusan.


HINDARI beraktivitas di luar rumah, terutama untuk anak-anak. Selalu siapkan masker untuk mencegah partikel berbahaya abu vulkanik terhirup.-Gustavo Fring-Pexels

Sebaran Abu Vulkanik

Jarak sebaran abu vulkanik sangat bervariasi. Bergantung skala letusannya. Pada letusan besar Krakatau 1883, abu vulkanik tercatat jatuh di Singapura.

Kawasan itu berjarak 840 kilometer di utara. Menyebar pula di Kepulauan Cocos sejauh 1.155 kilometer di barat daya. Bahkan mencapai kapal-kapal di jarak lebih dari 6.000 kilometer arah barat laut.

Contoh lain datang dari letusan Gunung St. Helens pada 1980. Awan abu dari letusan itu menempuh jarak lebih dari 140 mil atau sekitar 225 kilometer hanya dalam tiga jam. Lalu mencapai lebih dari 285 mil atau sekitar 460 kilometer pada siang harinya.

BACA JUGA:Cara Pantau Abu Vulkanik Anak Krakatau Lewat HP, Bisa Cek MAGMA Indonesia

BACA JUGA:5 Tanda Paru-Paru Mulai Terdampak Polusi Udara, Jangan Diabaikan!

Bahkan, sejumlah letusan besar tercatat mampu melontarkan abu dan partikel halus. Hingga mengelilingi bumi dalam hitungan hari. Akibat terbawa arus angin di lapisan atmosfer atas.

Faktor Penentu Sebaran Abu Vulkanik

Ada beberapa faktor utama yang menentukan seberapa jauh dan ke arah mana abu vulkanik akan menyebar setelah gunung berapi meletus.

1. Kecepatan dan arah angin

Angin menjadi faktor paling menentukan arah sebaran abu vulkanik. Arah dan kecepatan angin di atas serta di sekitar gunung yang meletus. Itu memengaruhi pola sebaran abu.

Baik di atmosfer maupun yang jatuh ke permukaan tanah. Arah dan kecepatan angin itu juga bisa berubah signifikan. Seiring bertambahnya ketinggian dan jarak dari titik letusan.

BACA JUGA:10 Tanaman Indoor Penyaring Udara, Bikin Rumah Lebih Sehat dan Segar

BACA JUGA:Perbedaan Humidifier, Air Purifier, dan Diffuser untuk Menjaga Kualitas Udara

2. Ketinggian kolom letusan

Semakin tinggi kolom abu yang dilontarkan saat letusan, semakin jauh pula jangkauan sebarannya. Letusan eksplosif bisa mendorong abu hingga menembus troposfer di ketinggian sekitar 40.000 kaki.

Bahkan menembus stratosfer. Ketika sudah berada di stratosfer, abu vulkanik dapat terbawa arus angin berkecepatan tinggi. Angin itu bergerak jauh lebih cepat dibanding angin di lapisan bawah.

3. Ukuran dan berat partikel abu

Partikel abu yang berat dan berukuran besar cenderung jatuh kembali ke permukaan di dekat gunung yang meletus.

Sebaliknya, partikel yang lebih ringan dan halus dapat terbawa angin hingga puluhan, ratusan, bahkan ribuan kilometer. Bergantung kecepatan angin, volume abu yang dilontarkan, dan ketinggian kolom letusannya.

BACA JUGA:Fan Meeting T.O.P dan Konser MAMAMOO Batal Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

BACA JUGA:BMKG: Debu Vulkanik Anak Krakatau Tak Lagi Terdeteksi, Gelombang Selat Sunda Aman

4. Gaya dan durasi letusan

Gaya letusan turut memengaruhi volume serta ukuran abu. Dihasilkan melalui tingkat pasokan magma. Sekaligus menentukan ketinggian abu tersebut terlontar ke atmosfer.

Letusan yang berlangsung lama, mulai dari belasan jam hingga berbulan-bulan, juga berpotensi menghasilkan pola sebaran abu yang lebih kompleks. Karena arah angin bisa berubah-ubah selama proses letusan berlangsung.

Dampak Sebaran Abu Vulkanik yang Meluas

Sebaran abu vulkanik yang meluas dapat berdampak pada berbagai sektor. Salah satu yang paling terdampak adalah dunia penerbangan.

Karena abu halus yang terbawa hingga jalur pesawat berpotensi mengganggu mesin pesawat. Terutama yang melintas di ketinggian jelajahnya.


ABU VULKANIK diambil dari permukaan kendaraan warga Jakarta setelah erupsi Anak Krakatau pada 5 September 2026.--X/Fahad Naim

BACA JUGA:8 Bandara Beroperasi Normal Lagi, Penerbangan Tetap Dipantau usai Erupsi Anak Krakatau

BACA JUGA:8 Bandara Kembali Beroperasi, BMKG Pastikan Negatif Abu Vulkanik Anak Krakatau

Selain itu, wilayah yang berada jauh dari pusat letusan sekalipun tetap berisiko. Bisa mengalami penurunan kualitas udara maupun gangguan jarak pandang. Akibat partikel abu yang melayang di atmosfer.

Endapan abu yang jatuh ke permukaan juga bisa memengaruhi aktivitas pertanian dan infrastruktur di wilayah yang terdampak.

Meski tak selalu terlihat langsung dari kejauhan, abu vulkanik nyatanya bisa menjangkau wilayah yang jauh lebih luas dari yang dibayangkan banyak orang. (*)

*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: diolah dari berbagai sumber