Ketika Islam Dilekatkan kepada Kekuasaan
ILUSTRASI Ketika Islam Dilekatkan kepada Kekuasaan.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Jika dikatakan membela kesejahteraan rakyat, perlu diperiksa siapa yang paling memperoleh manfaat dari kebijakannya. Jika disebut menjunjung perdamaian, perlu dilihat pula bagaimana negara memperlakukan kritik, perbedaan pendapat, dan kebebasan sipil.
Tanpa pengujian semacam itu, agama mudah berubah dari pisau analisis menjadi hiasan legitimasi.
Rasulullah SAW sendiri mengingatkan umatnya agar tidak berlebihan dalam memuji seseorang. Ketika mendengar seseorang memuji orang lain secara berlebihan, beliau memperingatkan bahwa pujian semacam itu dapat merusak orang yang dipuji. Pesannya bukan melarang penghargaan, melainkan menjaga agar penghargaan tidak berubah menjadi kultus.
MUI dan Tanggung Jawab Moral Ulama
Keterlibatan ketua umum MUI dalam peluncuran buku tersebut juga perlu dilihat secara proporsional. Peluncuran buku tidak otomatis berarti bahwa seluruh isi buku merupakan fatwa ataupun pandangan resmi MUI. Kita tidak boleh menarik kesimpulan melebihi fakta yang tersedia.
BACA JUGA:Percepat Zero Kemiskinan Ekstrem via Integrasi Keuangan Sosial Islam
BACA JUGA: Islam Inspiratif, Bukan Aspiratif
Namun, simbol kelembagaan tetap mempunyai makna. Ketika pimpinan tertinggi sebuah lembaga ulama meluncurkan buku yang menghubungkan Islam dengan nama presiden, publik dapat menangkapnya sebagai bentuk dukungan moral-keagamaan. Di sinilah jarak moral menjadi sangat penting.
MUI tidak harus memusuhi pemerintah untuk disebut independen. MUI boleh bekerja sama dengan pemerintah dalam persoalan kemaslahatan umat. Bahkan, kolaborasi diperlukan dalam penanggulangan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, ekonomi syariah, perlindungan umat, dan perdamaian dunia.
Akan tetapi, kerja sama tidak boleh menghilangkan keberanian menyampaikan koreksi. Ulama tidak boleh hanya berperan untuk memberikan doa, restu, dan pembenaran. Ulama juga harus mengambil peran ketika kebijakan pemerintah berpotensi merugikan rakyat.
Dalam tradisi Islam, nasihat kepada penguasa merupakan bagian dari agama. Rasulullah SAW bersabda, ”agama adalah nasihat.”
Nasihat bukan permusuhan. Kritik bukan pemberontakan. Menjaga jarak dari kekuasaan juga bukan berarti menolak bekerja sama. Jarak moral justru diperlukan agar ulama tetap mampu mengatakan benar ketika penguasa benar dan mengatakan salah ketika penguasa keliru.
Baznas dan Amanah Dana Umat
Peluncuran buku tersebut dalam agenda rakornas Baznas melahirkan pertanyaan lain. Baznas bukan sekadar organisasi sosial biasa. Lembaga itu mengelola zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan umat serta menjalankan fungsi yang diatur oleh negara.
Karena itu, setiap kegiatan Baznas harus dijaga agar tidak menimbulkan kesan keberpihakan politik ataupun pemujaan kepada figur tertentu. Marwah zakat tidak boleh tercampur dengan kepentingan pencitraan siapa pun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: