Efek Samping Konsumsi Bawang Mentah bagi Penderita GERD dan Maag
Ini Manfaat Konsumsi Bawang Putih di Malam Hari, Khasiatnya Nggak Main-main!-jcomp-Freepik
HARIAN DISWAY - Bawang menjadi salah satu bahan dapur populer. Hampir selalu ada di setiap masakan. Termasuk dalam bentuk mentah. Sebagai pelengkap sambal atau lalapan.
Namun, kebiasaan makan bawang mentah berlebihan ternyata memiliki efek samping. Terutama bagi penderita asam lambung atau GERD dan maag kronis.
Sejumlah penelitian menyebut bawang, khususnya yang dikonsumsi mentah, sebagai salah satu pemicu utama naiknya asam lambung.
Hal itu terjadi karena kandungan senyawa dalam bawang mentah. Senyawa itu dapat memengaruhi kerja katup di ujung kerongkongan.
BACA JUGA:5 Perbedaan Mendasar Maag dan GERD Secara Medis
BACA JUGA:Benarkah Tempe Mentah Bisa Sembuhkan GERD? Ini Fakta dan Penjelasannya
Bagi penderita GERD dan maag kronis, dampaknya bisa langsung terasa. Berupa sensasi perih dan panas di dada maupun ulu hati.

Ilustrasi Bawang Putih. -congtytrienminh -Pixabay
Dilansir Cleveland Clinic melalui platform GastroConSA, bawang mentah tidak sekadar membuat mata berair saat diiris. Tetapi juga dapat merangsang produksi asam lambung secara berlebihan.
Dampaknya meningkatkan risiko sensasi terbakar di dada. Kondisi itu diperparah oleh kandungan senyawa dalam bawang.
Itu membuat katup di ujung kerongkongan, atau dikenal sebagai lower esophageal sphincter (LES), menjadi lebih kendur.
BACA JUGA:Atasi GERD Akibat Stres dengan Langkah Sederhana
BACA JUGA:7 Jenis Kopi Ini Aman Bagi Penderita Asam Lambung, Tak Khawatir Perut Perih
Ketika LES melemah, asam lambung yang seharusnya tetap berada di dalam lambung dapat naik kembali ke kerongkongan.
Kondisi itulah yang kemudian memicu gejala umum GERD. Seperti sensasi terbakar di dada, rasa asam di mulut, hingga sering bersendawa.
Selain itu, bawang juga mengandung fruktan, sejenis karbohidrat yang sulit dicerna. Tapi mudah difermentasi oleh bakteri usus.
Proses fermentasi itu menghasilkan gas berlebih di lambung. Sehingga tekanan di dalam perut meningkat. Lantas mendorong asam lambung naik ke kerongkongan.
BACA JUGA:Batuk Karena Asam Lambung: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya
BACA JUGA:Inilah 5 Obat Asam Lambung Alami
Bawang Mentah vs Bawang Matang

Bawang Mentah vs Bawang Matang yang Sudah Diolah, Lebih Aman Mana?-CR COOK-YouTube Channel
Tidak semua olahan bawang memberikan efek yang sama pada penderita asam lambung. Berikut perbandingannya.
- Bawang mentah: mengandung senyawa sulfur dan fruktan dalam kadar lebih tinggi. Sehingga lebih berisiko memicu gejala GERD dan maag.
- Bawang matang: proses memasak dengan panas dapat memecah sebagian kandungan fruktan dan senyawa sulfur. Sehingga bawang matang cenderung lebih aman dicerna dibanding versi mentahnya.
- Bawang merah atau ungu: memiliki kadar sulfur dan aroma yang lebih ringan dibanding bawang bombai putih. Sehingga bisa menjadi pilihan lebih ramah bagi lambung.
- Bubuk bawang: Memiliki konsentrasi fruktan dan senyawa sulfur yang lebih pekat per gramnya dibanding bawang segar. Sehingga tetap perlu dibatasi.
BACA JUGA:Olahan Bawang Putih, Jahe, dan Lemon, Ramuan Alami Penurun Kolesterol
BACA JUGA:5 Hal Positif pada Tubuh Jika Mengonsumsi Bawang Putih Setiap Hari
Efek Samping Makan Bawang Mentah Berlebihan
Bagi penderita GERD dan maag kronis, sejumlah efek samping berikut bisa muncul apabila terlalu sering mengonsumsi bawang mentah. Terlebih dalam jumlah banyak.
- Sensasi terbakar di dada dan ulu hati (heartburn) yang lebih sering kambuh
- Perut kembung akibat gas berlebih dari proses fermentasi fruktan
- Sering bersendawa dan mulut terasa asam
- Mual dan tidak nyaman di area lambung
- Gejala refluks yang berlangsung lebih lama dibanding biasanya
Cara Aman Mengonsumsi Bawang bagi Penderita Asam Lambung

Proses mengulek cabai dan bawang menggunakan cobek, menjadi kunci rasa khas sambal bawang rumahan.--Freepik
Bukan berarti penderita GERD dan maag kronis harus benar-benar menghindari bawang. Berikut beberapa langkah yang bisa dicoba. Sehingga tetap bisa menikmati bawang tanpa memperparah gejala.
1. Pilih bawang yang sudah dimasak
Memasak bawang hingga matang dapat mengurangi kadar fruktan dan senyawa sulfur penyebab iritasi. Sehingga lebih ramah di lambung dibanding bawang mentah.
BACA JUGA:Apakah Gejala Serangan Jantung sama dengan Gejala Maag?
BACA JUGA:5 Hal Positif pada Tubuh Jika Mengonsumsi Bawang Putih Setiap Hari
2. Kurangi porsi secara bertahap
Mengurangi jumlah bawang dalam masakan secara perlahan dapat membantu mengetahui batas toleransi tubuh terhadap makanan tersebut.
3. Pilih varietas bawang yang lebih ringan
Bawang merah atau bawang ungu cenderung memiliki rasa lebih ringan. Juga kadar sulfur lebih rendah dibanding bawang bombai putih. Sehingga bisa menjadi alternatif lebih aman.
4. Perhatikan reaksi tubuh setelah makan
Mencatat makanan apa saja yang dapat memicu gejala GERD dan maag. Itu dapat membantu mengenali pemicu spesifik. Karena tingkat sensitivitas terhadap bawang bisa berbeda pada tiap orang.
Gejala asam lambung yang muncul terus-menerus setelah makan bawang mentah, apalagi disertai nyeri dada, kesulitan menelan, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas.
BACA JUGA:Bawang Perai, Rendah Kalori dan Kaya Manfaat
BACA JUGA:Napas Bau Bawang Putih? Makanlah yang Satu Ini untuk Menghilangkannya
Hal itu sebaiknya tidak dianggap remeh. Segera periksakan diri ke dokter agar penyebabnya dapat dipastikan. Pun, penanganannya lebih tepat. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: diolah dari berbagai sumber