Bunga, Houthi, dan BRICS

Bunga, Houthi, dan BRICS

ILUSTRASI Bunga, Houthi, dan BRICS.-Arya/AI-Harian Disway-

Kadang musuh tetap diajak bicara.

Kadang sekutu pertahanan tidak otomatis ikut berperang.

Di situlah geopolitik mulai menyerupai rangkaian bunga tadi.

 

BRICS Bukan NATO

Hampir bersamaan dengan itu, para pemimpin BRICS berkumpul di New Delhi, India.

Indonesia hadir sebagai anggota penuh.

Di meja yang sama ada Tiongkok, Rusia, India, Iran, UEA, Mesir, Brasil, Afrika Selatan, Etiopia, dan Indonesia.

Namun, BRICS bukan NATO versi Timur.

Tidak ada kewajiban bahwa jika Iran berperang, Indonesia harus ikut. Tidak ada komando militer bersama. Tidak ada satu musuh yang wajib dianggap musuh oleh semua anggota.

Deklarasi New Delhi justru menyerukan maximum restraint, dialog, konsultasi, dan diplomasi untuk menghadapi eskalasi Timur Tengah. Iran dan UEA sama-sama menyetujui bahasa tersebut.

Itulah sifat BRICS.

Bukan barisan tentara.

Lebih seperti meja panjang.

Yang duduk di sana belum tentu mempunyai sahabat yang sama. Belum tentu pula mempunyai musuh yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: