Bunga, Houthi, dan BRICS
ILUSTRASI Bunga, Houthi, dan BRICS.-Arya/AI-Harian Disway-
Malam makin larut.
Tokonya hampir tutup.
Ada bunga yang sudah laku.
Ada yang masih berada di ember.
Di Bali ada keyakinan simbolis bahwa bunga bukan sekadar perkara cantik. Warna, aroma, dan penempatannya dapat membawa makna yang berbeda. Karena itu, bunga yang baik pun bisa terasa tidak tepat kalau salah ditempatkan.
Mungkin geopolitik juga begitu.
Negara besar sering bertanya:
”Kamu bunga saya atau bunga dia?”
Indonesia tidak perlu tergesa-gesa menjawab.
Kita bukan bunga milik siapa-siapa.
Kita juga bukan vas kosong yang boleh diisi siapa saja.
Indonesia justru harus menyusun rangkaiannya sendiri.
Boleh ada bunga dari Washington.
Boleh ada dari Beijing.
Boleh ada dari New Delhi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: