Bunga, Houthi, dan BRICS
ILUSTRASI Bunga, Houthi, dan BRICS.-Arya/AI-Harian Disway-
Jempiring dua.
Tidak perlu membeli sekalian kebunnya.
Karena itu, pertanyaan ”Indonesia ikut siapa?” mulai terlalu sederhana.
Pertanyaan yang lebih penting justru: berapa banyak ruang yang mampu dipertahankan Indonesia ketika kekuatan-kekuatan besar mulai meminta kepastian posisi?
Indonesia Menjaga Ruang
Presiden Prabowo di BRICS menekankan ketahanan dan kemandirian nasional serta penguatan suara Global South. Pemerintah juga menempatkan BRICS sebagai ruang kerja sama global, bukan komitmen menjadi bagian dari blok pertahanan tertentu.
Di sinilah politik bebas aktif kembali diuji.
Indonesia bisa memperkuat BRICS, tetapi tetap berbicara dengan Washington.
Bisa mempunyai hubungan baik dengan Saudi tanpa harus menjadikan Iran musuh.
Bisa bekerja sama dengan Tiongkok tanpa harus mengikuti semua kepentingan Beijing.
Bebas aktif bukan berdiri di tengah sambil mengatakan, ”saya tidak ikut-ikut.”
Justru sebaliknya.
Ia berarti tahu kapan mendekat, kapan menolak, kapan membuka pintu, dan kapan menyediakan kursi agar pihak yang sedang bertengkar bersedia duduk lagi.
Saya akhirnya kembali memikirkan penjual bunga tadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: