PECINAN: Penguasa Perlu Bermuhasabah, Yu Er Zi Zhuan, Shi Bu Zhi
KAISAR Tang Taizong bermuhasabah diri untuk menjadi pemimpin terbaik bagi rakyat. Sesuai dengan prinsip yu er zi zhuan, shi bu zhi. Penguasa yang merasa paling tahu dan tak mau menerima pandangan lain, akan membuat negerinya kacau. -Devona Vaiya/AI-Harian Disway
HARIAN DISWAY - Syahdan, pada 634 M, Kaisar Tang Taizong berbicara dengan para menterinya. Di hadapan mereka, sebagaimana dicatat kitab Zhenguan Zhengyao (贞观政要), kaisar kedua Dinasti Tang itu mengungkapkan kegelisahannya sebagai penguasa.
Setiap kali menyendiri, tuturnya, ia selalu melakukan muhasabah, introspeksi. Ia khawatir, tindakannya tidak sejalan dengan kehendak Yang Mahakuasa di langit sana. Ia juga cemas, di bumi, rakyat justru membencinya.
Kegelisahan itulah yang membuatnya ingin dikelilingi orang-orang lurus yang berani menyampaikan nasihat dan teguran. Dengan begitu, mata dan telinganya tetap terbuka terhadap keadaan di luar istana. Keluhan rakyat pun tidak terpendam tanpa pernah sampai ke telinganya.
Agar keinginan itu terwujud, ia menegaskan, "Setiap kali ada orang yang menyampaikan kritik kepadaku, sekalipun perkataannya tidak sesuai dengan kehendakku, aku tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang menyinggung atau menentang diriku."
BACA JUGA:PECINAN: You Luan Jun, Wu Luan Guo, Penguasa Mengacaukan Negara
Taizong sadar, jika setiap kritik disambut dengan kemarahan, apalagi hukuman, orang-orang di sekelilingnya akan diliputi ketakutan. Mereka lantas memilih diam, mengiyakan segala sesuatu, bahkan memuji apa pun yang dilakukan sang kaisar, daripada mengambil risiko menegurnya.
Dalam mahakaryanya, Zizhi Tongjian (资治通鉴), sejarawan Dinasti Song Sima Guang, menggambarkan bahaya sikap semacam itu: "Jika penguasa tidak suka mendengar kesalahannya, orang yang tulus pun akan berubah menjadi penjilat; jika penguasa senang mendengar perkataan jujur, bahkan penjilat pun dapat terdorong menjadi orang yang berterus terang" (君恶闻其过,则忠化为佞;君乐闻直言,则佞化为忠).
Namun, meski telah membuka hati seluas-luasnya untuk menerima kritik sekeras apa pun, Taizong merasa para pejabatnya masih saja ewuh pakewuh untuk mengemukakan pendapat yang berseberangan dengannya.
Padahal, menurut Taizong, "Seorang penguasa harus memiliki menteri-menteri yang berani meluruskan dan menasihatinya, serta menunjukkan kesalahan-kesalahannya" (人君须得匡谏之臣,举其愆过).
BACA JUGA:PECINAN: Jun An Chen Yu, Wei Wang Bu Yuan, Penguasa Gelap dan Penjilat Hancurkan Negeri
BACA JUGA:PECINAN: Tan Zhe, Min Zhi Zei Ye, Korupsi Setara Merampok
Pasalnya, "Setiap hari, ada begitu banyak urusan pemerintahan yang harus ditangani. Jika semuanya hanya didengar dan diputuskan oleh satu orang, sekalipun ia telah bekerja keras dan mencurahkan seluruh tenaga serta pikirannya, bagaimana mungkin ia mampu melakukan semuanya dengan sempurna?"
Masalahnya, Taizong mengakui, manusia kerap sulit melihat kekurangan diri sendiri –terlebih ketika berada dalam kekuasaan. Bahkan, tak jarang seseorang merasa dirinya lebih hebat daripada orang lain, lalu membodoh-bodohkan mereka yang tak sejalan dengan pemikirannya (illusory superiority).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: