Misteri Pembunuhan Dosen di Kampung Bakti, Sukabumi: Ada Yang Menghilang
ILUSTRASI Misteri Pembunuhan Dosen di Kampung Bakti, Sukabumi: Ada Yang Menghilang.-Arya/AI-Harian Disway-
Ini kasus sederhana. Petrus Pallangan, 74, dosen, tinggal sendirian di Kampung Bakti, Desa Cimahi, Sukabumi, Jabar. Ia punya pembantu, Agus, 25. Ia ditemukan meninggal di dalam rumah, Jumat, 25 September 2026. Polisi mencari Agus yang menghilang.
KASUS inilah yang selalu dipikirkan para orang tua dan anak-anak mereka. Tentang tempat paling aman bagi orang tua yang anak-anaknya sudah dewasa dan tinggal dengan keluarga mereka masing-masing.
Kasatreskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana dikonfirmasi wartawan, Kamis, 1 Oktober 2026, membenarkan adanya kasus itu. ”Kematiannya mencurigakan karena beberapa barang hilang. Juga, ada pembantunya yang menghilang,” ujarnya.
Kondisi bagian luar mayat sulit ditentukan adanya luka karena sudah membusuk. Jenazah diautopsi di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Penyebab kematiaan akan diumumkan paling cepat dua pekan sejak autopsi.
Kematian Petrus kali pertama diketahui salah seorang anaknya, Devi Aprilianti, yang tinggal bersama keluarganyi di Jakarta. Meski Devi tidak sering mengunjungi rumah ayahnyi, hampir setiap hari bertelepon.
BACA JUGA:Kisah Pembunuhan Dosen Cantik di Jambi: Korban Merasa Diporoti
BACA JUGA:Pembunuhan Misterius Istri Dokter di Cirebon: Jangan Curigai Suami
Selasa, 15 September 2026, Devi menelepon Petrus. HP Petrus aktif, telepon Devi masuk, tapi tidak diangkat Petrus. Berkali-kali. Dalam dua hari.
Kamis, 17 September 2026, Devi menelepon Agus. Malah, HP Agus tidak aktif. Devi meneleponnya berkali-kali, tetap HP Agus tidak aktif.
Devi kepada wartawan: ”Saat itu saya sudah gelisah. Tapi, saya coba terus menelepon. Berhari-hari, kondisinya tetap seperti itu.”
Jumat siang, 25 September 2026, Devi dari Jakarta mendatangi rumah ayahnya. Tiba di sana, rumah tertutup, pintu terkunci. Lamat-lamat tercium aroma bangkai. Di situ dia curiga. Dia mendatangi rumah Pak RT, minta tolong.
Ketua RT yang dibantu warga membuka paksa pintu rumah, dibor listrik. Ketua RT, Devi, dan warga masuk rumah. Bau busuk menyengat. Masuk kamar. Bau busuk kian pekat. Tampaklah, Petrus telentang di ranjang. Kondisi mayat setengah rusak, wajah menghitam. Namun, Devi tahu itu ayahnyi.
BACA JUGA:Pembunuhan Kejam Istri Dokter di Cirebon: Pelaku Efisien-Efektif
BACA JUGA:Pembunuhan Brutal Istri Dokter di Cirebon: 20 Menit Eksekusi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: