Bicara Masa Depan Bisnis, David George Halsamer Tekankan Pentingnya Data dan AI

Bicara Masa Depan Bisnis, David George Halsamer Tekankan Pentingnya Data dan AI

David George Halsamer saat memberikan kuliah bisnis di Universitas Kristen Petra Surabaya, 14 Oktober 2026.-UK Petra-

Sebagai business analyst dan konsultan marketing intelligence, ia memandang pemasaran sebagai proses memahami hubungan antara pelanggan, produk, perilaku pasar, dan hasil bisnis.

Menurutnya, viralitas dapat membuka perhatian. Tetapi keberlanjutan bisnis membutuhkan pengalaman pelanggan dan nilai produk yang konsisten.

"Kampanye yang ramai perlu diperiksa apakah benar mendatangkan pelanggan yang sesuai dan memberikan hasil yang sehat bagi usaha,” jelasnya.

Karena itu, perusahaan perlu membaca berbagai indikator secara bersamaan. Mulai dari sumber kedatangan pelanggan, biaya mendapatkan pelanggan, tingkat konversi pembelian, margin keuntungan, hingga kemungkinan terjadinya pembelian ulang.

BACA JUGA:Febrie Adriansyah Buka Suara soal Isu Kafe D'Clan, Tegaskan Tak Terkait Bisnis di Cipete

BACA JUGA:Pegadaian Perkuat Strategi Bisnis Lewat Sales Town Hall 2026

Data transaksi, pertanyaan pelanggan, keluhan, tren pencarian, dan perubahan perilaku pasar juga dapat digunakan untuk menguji asumsi serta membaca peluang baru.

Menurut David, data bukan pengganti intuisi. Melainkan instrumen untuk mempertajam penilaian dan mengurangi keputusan yang hanya didasarkan pada dugaan. Penggunaannya tetap harus memperhatikan privasi dan kepercayaan pelanggan.

Visi Membangun Bisnis

Melalui Halsamer Labs yang diinisiasi olehnya, David ingin membantu perusahaan mengatasi persoalan yang menghambat pertumbuhan.

Seperti informasi yang tersebar, alur kerja yang tidak terhubung, serta pengambilan keputusan yang terlalu bergantung pada pemilik usaha atau individu tertentu.

BACA JUGA:Mahasiswa PAP Unesa Belajar Etika Bisnis dan Table Manner di Hotel Movenpick

BACA JUGA:Capaian Impresif BSI Surabaya: Pertumbuhan Bisnis Emas Tembus 92,57 Persen

Dalam banyak perusahaan, data penjualan tersimpan di satu sistem, komunikasi pelanggan berada di tempat lain.

Sedangkan pengetahuan operasional hanya tersimpan dalam ingatan anggota tim. Kondisi tersebut dapat memperlambat respons dan menyulitkan perusahaan membangun sistem kerja yang konsisten.

Ia mengarahkan untuk mengembangkan pendekatan Agentic AI for Business. Dengan menghubungkan analisis bisnis, integrasi data, otomatisasi, dan strategi pemasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: