Bicara Masa Depan Bisnis, David George Halsamer Tekankan Pentingnya Data dan AI

Bicara Masa Depan Bisnis, David George Halsamer Tekankan Pentingnya Data dan AI

David George Halsamer saat memberikan kuliah bisnis di Universitas Kristen Petra Surabaya, 14 Oktober 2026.-UK Petra-

Meta Panji berpotensi menghubungkan cerita, artefak, seni visual, buku, komik, animasi, gim, dan pengalaman museum dalam satu ekosistem.

Setiap medium dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal karakter dan konteks budaya secara lebih mendalam.

BACA JUGA:Rayakan Ulang Tahun Ke-65, UK Petra Bersama Alumni Gelar Golf Rekor MURI Sampai Pameran Bisnis Terbesar

BACA JUGA:Mengenal Enrique Riquelme, Pebisnis Kaya yang Incar Kursi Presiden Real Madrid

David menilai blockchain dan NFT dapat mendukung koleksi digital atau akses tertentu apabila memberikan manfaat yang jelas.

Namun, daya tarik utama proyek budaya tetap harus bertumpu pada kekuatan cerita, karakter, kualitas visual, dan pengalaman yang ditawarkan.

Keberlanjutan ekosistem tersebut juga membutuhkan model bisnis yang realistis, seperti lisensi adaptasi, merchandise, penjualan karya, tiket pengalaman, dan kolaborasi kreatif.

Untuk menjangkau audiens internasional, pengembangan cerita perlu didukung kualitas produksi yang kompetitif, distribusi yang tepat, riset, serta keterlibatan pelaku budaya agar adaptasi tetap menghormati sumbernya.

BACA JUGA:Pertamina Optimalkan AI dan Digitalisasi untuk Dongkrak Kinerja Bisnis dan Operasional

BACA JUGA:Konferensi Internasional UK Petra PIBACC 2026 Dorong Kolaborasi Global untuk Bisnis Berkelanjutan

Teknologi untuk Memperkuat Bisnis Jasa

Pengalaman David dalam mengelola perusahaan memberinya perspektif mengenai pentingnya konsistensi operasional dalam bisnis jasa.

Pelanggan tidak hanya menilai hasil akhir. Tetapi juga ketepatan waktu, transparansi biaya, kualitas pekerjaan, kebersihan, dan tanggung jawab setelah layanan selesai.

Teknologi dapat menghubungkan pemesanan, penjadwalan teknisi, riwayat perawatan, dokumentasi pekerjaan, penggunaan material, pembayaran, dan penanganan garansi.

Melalui pengelolaan data terintegrasi, perusahaan dapat mengidentifikasi penyebab kunjungan ulang, memantau kapasitas tim, serta menyusun penugasan berdasarkan wilayah dan jadwal secara lebih efisien.

BACA JUGA:Pelaku Bisnis dan Akademisi Bahas Strategi Scaling Up Usaha di Talkshow Kadin Jatim

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: