Bicara Masa Depan Bisnis, David George Halsamer Tekankan Pentingnya Data dan AI
David George Halsamer saat memberikan kuliah bisnis di Universitas Kristen Petra Surabaya, 14 Oktober 2026.-UK Petra-

Dunia kerja 2026 bergerak cepat seiring meluasnya penggunaan agentic AI. Peran manusia pun bergeser, dari pelaksana teknis menjadi pengawas sistem.-Prachi singhal-Pinterest
Pendekatan itu dimulai dengan memahami persoalan bisnis, mengidentifikasi hambatan utama, lalu menerapkan teknologi pada bagian yang berpotensi memberikan manfaat terukur.
BACA JUGA:CEO Xbox Akui Bisnis Konsol Sedang Tidak Sehat, Eksklusif Jadi Solusi
BACA JUGA:Konsulat Jenderal RRT Turut Perkuat Jejaring Bisnis Generasi Muda Tionghoa Surabaya
“Ketika penjualan menurun, kita tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa masalahnya ada pada pemasaran. Kita perlu memeriksa kualitas prospek, kecepatan respons, ketersediaan produk, pelayanan, hingga pembelian ulang. Setiap persoalan membutuhkan tindakan yang berbeda,” katanya.
Pendekatan itulah yang dapat membantu pemilik usaha melihat keterkaitan antarfungsi bisnis secara lebih jelas.
Dengan demikian, keputusan dapat didasarkan pada akar persoalan, bukan sekadar gejala yang terlihat.
Web3 dan Blockchain Harus Menjawab Kebutuhan Nyata
Selain AI, David melihat potensi Web3 dan blockchain dalam konteks yang lebih luas daripada perdagangan aset digital.
BACA JUGA:Wadirut Pertamina Tekankan Kolaborasi Lintas Bisnis untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Blockchain relevan ketika beberapa pihak membutuhkan catatan bersama yang dapat diverifikasi.
Pun, memiliki riwayat perubahan yang jelas. Misalnya untuk mendukung penelusuran asal-usul dan perpindahan barang dalam rantai pasok.
Sementara itu, Web3 menawarkan kemungkinan pengembangan layanan digital dengan pengaturan hak dan partisipasi pengguna yang berbeda.
Namun, manfaatnya harus diwujudkan melalui desain produk, aturan, dan pengalaman pengguna yang jelas.
BACA JUGA:Wadirut Pertamina Tinjau Kilang Balongan dan Tekankan Sinergi Antarunit Bisnis
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: