Kabinet Gemoy (Bantah) Boros

Kabinet Gemoy (Bantah) Boros

ILUSTRASI Kabinet Gemoy (Bantah) Boros.-GUSTI-HARIAN DISWAY-

BACA JUGA:In Group dan Out Group Kabinet Prabowo

BACA JUGA:Reshuffle Kabinet Merah Putih

Gaya Prabowo yang merangkul semua kelompok itu untuk menjaga stabilitas pemerintahan. Bahkan, Anies Baswedan, rival utamanya, juga dirayu masuk kabinet. Menurut pengacara Rafly Harun, Anies tiga kali diajak bergabung. Anies tetap memilih di luar.

Prabowo merangkul semua kelompok karena ingin meredamnya. Kalau kita lihat dengan sikap Prabowo yang sangat reaktif dan cenderung antikritik, sangat berbahaya dengan sistem demokrasi.

Namun, persepsi yang muncul, Prabowo melakukan politik akomodasi untuk pembagian kue kekuasaan. Dalam arti, semua pihak mendapat keuntungan politik. 

Padahal, itulah cara membuat kelompok yang seharusnya bersikap kritis ”dikerangkeng” dan dikendalikan. 

Apalagi, melihat banyak tugas para pembantu presiden yang tumpang tindih. Misalnya, menteri koordinator terlalu banyak (delapan menko), wakil menteri  juga terlalu banyak. Sudah ada penasihat khusus presiden, tapi masih ada juga Wantimpres. Itu menunjukkan hanya bagi-bagi jabatan. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: