Saatnya Desa Naik Kelas, Tidak Sekadar Naik Status

Saatnya Desa Naik Kelas, Tidak Sekadar Naik Status

ILUSTRASI Saatnya Desa Naik Kelas, Tidak Sekadar Naik Status.-MAULANA PAMUJI GUSTI-HARIAN DISWAY-

Karena itu, kebijakan yang seragam belum tentu menghasilkan dampak yang merata.

Dalam perspektif manajemen strategis, perbedaan kapasitas memerlukan diferensiasi strategi. Desa yang sudah berkembang membutuhkan akselerasi usaha, sedangkan desa yang tertinggal memerlukan penguatan kemampuan dasar dan pendampingan lebih intensif.

Di sinilah pemerintah perlu mulai mengembangkan pendekatan pembangunan berbasis kapasitas, bukan semata-mata berbasis pemerataan program.

Menghidupkan Mesin Ekonomi Desa

Ada satu temuan penting yang patut menjadi perhatian pembuat kebijakan.

BACA JUGA:Koperasi Desa Merah Putih dan Mobil Pikap

BACA JUGA:Koperasi Desa Merah Putih, Mau Dibawa ke Mana?

Pada 2024, sebanyak 74,5 persen desa memiliki dimensi ekonomi sebagai komponen terlemah dibandingkan dimensi sosial dan lingkungan. Bahkan, pada 68,7 persen desa yang telah berstatus mandiri, ekonomi masih menjadi dimensi dengan skor terendah.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pembangunan desa telah memperlihatkan kemajuan pada berbagai aspek, tetapi penguatan ekonomi produktif masih membutuhkan perhatian lebih besar.

Infrastruktur yang baik tentu merupakan modal penting. Namun, jalan yang mulus baru akan memberikan nilai ekonomi optimal apabila desa memiliki produk unggulan, pelaku usaha yang kompetitif, jaringan distribusi, dan akses pasar yang memadai.

Dalam literatur rural entrepreneurship, keberhasilan ekonomi desa tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya lokal, tetapi juga kemampuan masyarakat mengubah sumber daya tersebut menjadi nilai ekonomi.

Desa pertanian, misalnya, tidak cukup hanya meningkatkan produksi. Desa perlu memperkuat pengolahan, pengemasan, pemasaran, dan posisi tawar petaninya.

Demikian pula desa wisata. Keberhasilannya tidak seharusnya berhenti pada meningkatnya jumlah kunjungan, tetapi seberapa jauh aktivitas pariwisata menciptakan pendapatan dan kesempatan usaha bagi masyarakat setempat.

Dengan demikian, agenda pembangunan desa berikutnya harus bergerak dari infrastructure-oriented development menuju capability-driven economic development.

Momentum Koperasi Desa Merah Putih

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: