Babinsa Inspiratif Sertu Lukman Setiawan, Ingin Ubah Eks Dolly jadi Kampung Olahraga

Jumat 26-05-2023,00:05 WIB
Reporter : Guruh Dimas Nugraha
Editor : Noor Arief Prasetyo

SURABAYA, HARIAN DISWAY- Berbagai cara ditempuh untuk mengubah wajah baru eks lokalisasi Dolly dan sekitarnya. Mulai dari menjadikan kawasan itu sebagai kampung akik, kampung industri sepatu, hingga kampung wisata budaya. Namun belum semuanya berjalan maksimal.

Meski prostitusi di situ sudah tidak ada lagi, tapi sempat muncul isu bahwa bisnis lendir bersemi kembali. Jika pun hingga saat ini belum ditemukan buktinya, namun beberapa kali kawasan sekitar Dolly jadi ajang kegiatan negatif. Seperti miras dan narkotika di kalangan pemuda. Bahkan perang sarung.

Untuk mengatasi itu dan demi terwujudnya wajah baru Dolly dan sekitarnya menjadi lebih baik, Babinsa Koramil Sawahan turun tangan. Dipelopori Sertu Lukman Setiawan, para Babinsa Sawahan menggalakkan program olahraga untuk masyarakat. Beberapa di antaranya adalah tenis meja, futsal, dan bulutangkis.

"Warga dari Banyuurip, Pakis, dan Putat Jaya sama-sama kami dorong untuk berolahraga. Selain membuat tubuh menjadi lebih sehat, akan terjalin keakraban di antara mereka. Juga, agar masyarakat dapat diarahkan untuk beraktivitas positif," ujar Sertu Lukman. 


Sertu Lukman Setiawan bermain pingpong disaksikan Danramil Kawasan Kapten Arhanud Suhardi (paling kiri).-Boy Slamet-

Para Babinsa dan perwakilan warga pun mengantar tim juri Harian Disway ke lokasi-lokasi tempat olahraga itu. Seperti lapangan futsal di kawasan Jalan Jarak, serta ruang untuk tenis meja di Putat Jaya. Untuk futsal, kerap dipakai para remaja setempat berlatih. Tak jarang mereka bertanding dengan Sertu Lukman dan kawan-kawan.

Sertu Lukman ingin menjadikan kawasan bekas prostitusi itu sebagai kampung olahraga. Upayanya itu diapresiasi banyak pihak. Terutama warga yang memiliki kemampuan ekonomi yang baik. Seperti meja tenis meja itu merupakan sumbangan dari mereka yang mampu.

"Dengan adanya Sertu Lukman dan Babinsa Kecamatan Sawahan, masyarakat jadi aktif berolahraga. Setiap hari ada kegiatan tenis meja dan futsal. Jelang perayaan Hari Kemerdekaan, selalu kami lombakan," ungkap Sigit Budiwaluyo, warga Banyuurip Kidul.

Berkat inovasi itu, aktivitas-aktivitas yang meresahkan masyarakat mulai menurun. Tak ada lagi tawuran atau perang sarung. Bahkan para pengonsumsi miras juga berkurang. "Kalau melihat perkembangannya, bisa jadi kawasan eks lokalisasi ini ke depan akan menjadi Kampung Olahraga," ujar Nirwono Supriadi, salah satu warga.

Kebersamaan antara Babinsa serta personel Koramil Sawahan pun terjalin erat. Siang itu, selain Sertu Lukman bermain tenis meja bersama warga, Danramil Sawahan, Kapten Arhanud Suhardi juga memainkan raketnya. Ia cukup lihai sembari sesekali tawa riang muncul di antara mereka. Akrab.

"Sudah berjalan satu tahun. Antusiasme warga mulai terlihat sejak lima bulan terakhir. Sampai kini masih aktif dan masih sangat antusias. Tiap tahun di sini ada Festival Dolly. Salah satunya kami memasukkan Dolly Cup sebagai ajang kompetisi olahraga," ujar Sertu Lukman.

Cabang olahraga yang dilombakan pun seperti bidang olahraga yang diinisiasi Sertu Lukman dan kawan-kawan. Seperti tenis meja, lomba lari, futsal, dan sebagainya. 

Probo Darono Yakti, akademisi dari FISIP Unair, menyebut bahwa inovasi Sertu Lukman sangat penting untuk menyatukan kebersamaan warga. Menurut Probo, olahraga dapat mempersatukan. Kebersamaan akhirnya memunculkan ide-ide lain yang semakin mempererat persatuan itu. "Seperti kompetisi olahraga dan lain-lain. Itulah yang membuat Sertu Lukman masuk sebagai satu dari 50 Babinsa Inspiratif dalam Brawijaya Awards," ungkapnya. (*)

 

Kategori :