Pasien Meninggal Saat Antri ICU; Beda Keterangan Antara Pihak Keluarga dan RSUD dr. Soewandhi

Jumat 02-06-2023,20:55 WIB
Reporter : Pace Morris
Editor : Taufiqur Rahman

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Asiasih (52) pasien RSUD dr. Soewandhi meninggal dunia. Kematian Asiasih diduga karena keterlambatan penanganan oleh pihak rumah sakit milik Pemkot Surabaya tersebut.  

Penelusuran Harian Disway, ada Keterangan berbeda yang dilontarkan antara keluarga pasien dan pihak RS.

Asiasih menjalani perawatan selama tiga hari di IGD RSUD dr Soewandhi. Ia pertama kali masuk ke RS pada Sabtu malam, 27 Mei 2023. Sebelumnya, ia mengeluh sekujur tubuhnya sakit dan kesemutan. Oleh keluarganya, Asiasih dibawa ke Puskesmas.


Antrian pasien di RSUD dr. Soewandhi Surabaya-Pemkot Surabaya-

“Sempat diatasi dokter jaga di IGD. Dikasih infus, alat bantu nafas yang tekanan belum tinggi dan satu obat aja. Ibu saya masih bisa makan. Dikasih tahu kalau ibu saya harus dirawat inap tapi gak ada kamar dan nunggu antre 17 pasien lagi,” ungkap Yesi Setiawati anak pertama Asiasih.

BACA JUGA:Tim Juri Lomba Babinsa Inspiratif Brawijaya Awards Beradu Argumen Tentukan Pemenang

BACA JUGA:Mahasiswa Untag Surabaya Belajar Branding lewat Praktikum MICE

Untuk mendapatkan kamar, Yessi harus memohon-mohon. Karena tak kunjung mendapat kamar, Yessi ingin ibunya dirujuk. Ia pun berinisiatif menghubungi kenalannya di RS lain. Menanyakan apakah ada kamar.

“Saya waktu tahu kamar penuh sampe melas-melas saya juga usaha ke teman yang kerja di Mitra Keluarga biar bisa masuk kamar di sana. Terus dicarikan, mereka minta hasil lab,” tutur Yesi.

Saat meminta untuk ibunya pindah ke RS lain, RSUD Dr Soewandhie tak mengizinkan. Dalihnya, BPJS pasien terancam dicabut.

Setelah menunggu lama, akhirnya Asiasih mendapat kamar. Senin, 29 Mei 2023. Namun, saat itu kondisinya sudah jauh menurun. Keesokan harinya kondisi Asiasih tidak kunjung membaik, bahkan semakin parah. Ia harus segera dirawat di ruang ICU. 

BACA JUGA:Megawati: Ukraina Kok Enggak Mikir Mau Melawan Rusia

Lagi-lagi pihak keluarga dibuat bingung. Ruang ICU RS Soewandhi juga penuh. Pilihannya, menunggu antrian atau dirujuk. Tapi untuk rujuk pun, fasilitas di Ambulance RS tidak memadai. 

"RS bilang kalau dirujuk belum tentu dapat kamar dan stepnya harus mulai nol lag. Terus ambulance alat fasilitas gak memadai untuk status kondisi ibu saya, bilang kalau meninggal di jalan gimana,"  jelas Yesi.

Belum sempat terjadi kesepakatan antara pihak RS dan pihak keluarga, Asiasih keburu meninggal pada Rabu, 31 Mei 2023. 

Kategori :