Kabar Dari Tanah Suci (25): Ziarah Keponakan Nabi Dari Balik Tembok

Sabtu 08-07-2023,05:00 WIB
Reporter : Pamuji Setyawan
Editor : Tomy Gutomo

Ada juga wisata ziarah di Thaif, Arab Saudi. Ada Masjid Ibnu Abbas. Masjid yang didirikan 592 Hijriah ini memang berada di samping makam Ibnu Abbas. Berikut laporan Pamuji Setyawan dari Biro Haji dan Umrah Dewangga cabang Ngawi langsung dari Thaif. 

---

MAKAM Ibnu Abbas berada di samping tempat salat wanita dengan pagar tinggi di sekeliling makam. Pengunjung hanya bisa berziarah dari balik tembok tinggi tersebut. Tak bisa melihat langsung kecuali mereka nekat untuk memanjat tembok makam. 

Bisa juga dengan cara naik ke punggung pengunjung lainnya. Terlihat beberapa pengunjung mengintip dari lubang kunci yang ada di pintu makam.


Suasana di dalam Masjid Ibnu Abbas.-Pamuji Setyawan-Dewangga-

Abdullah Ibnu Abbas adalah anak dari Abbas bin Abdul Muthalib, paman dari Rasulullah SAW. Ibnu Abbas lahir 619 M. Dia adalah seorang sahabat sekaligus keponakan Rasulullah SAW.

Sebagai salah satu kerabat dan sahabat kesayangan Rasulullah, Ibnu Abbas semasa hidupnya banyak menghabiskan waktu bersama Rasulullah. Suatu ketika bahkan Ia pernah didekap oleh Nabi Muhammad seraya nabi berdoa. "Ya Allah, ajarkanlah kepadanya hikmah.” 

Ibnu Abbas didoakan khusus agar kelak menjadi salah seorang yang menjadi rujukan khususnya Alquran, tafsir, dan hadis. Dan doa tersebut terkabul. Ibnu Abbas meriwayatkan lebih dari 1.600 hadis.

BACA JUGA:Kabar Dari Tanah Suci (24): Deg..Deg..Ser..Naik Telefric Al Hada

BACA JUGA:Kabar Dari Tanah Suci (23): Rahasia Keharuman Parfum Thaif

Semasa hidupnya, Ibnu Abbas pernah berpesan agar dimakamkan di Thaif, bukan di Madinah atau di Makkah. Bagi Ibnu Abbas, Madinah dan Makkah merupakan kota suci yang hanya layak untuk orang-orang yang benar-benar suci. Ibnu Abbas merasa tidak pantas dimakamkan di tempat suci tersebut. Karena itu, di ujung usianya, Ibnu Abbas memilih tinggal di Thaif sampai meninggal pada 78 Hijriyah. Di usia 81 tahun.

Masjid Ibnu Abbas sendiri terletak di tengah kota Thaif. Kota kecil di wilayah tersubur di deretan pegunungan Hada dan Asir, Arab Saudi. Pengunjung sangat padat ketika kami sampai di Masjid Ibnu Abbas. Beberapa orang membagikan air mineral sebagai sedekah, namun banyak juga yang memanfaatkannya untuk berwudu. Pengunjung ingin masuk ke dalam masjid kemudian salat tahiyatul masjid atau salat duha. 


Sofa di dalam Masjid Ibnu Abbas untuk jemaah yang membutuhkan. -Pamuji Setyawan-Dewangga-

Ketika masuk ke dalam masjid, terhampar karpet warna merah dengan garis pembatas shaf. Masjidnya sangat besar. Bisa menampung 3.000 jemaah. Terdapat banyak meja untuk mengaji yang bentuknya unik dan juga banyak mushaf Alquran. Yang menarik banyak terdapat sofa di dalam masjid. Mungkin digunakan bagi yang kesulitan duduk lama bersila di karpet untuk mendengarkan kajian.


Her Suprabu, direktur Dewangga Lil Hajj Wal Umroh (kiri) menunjukkan anggur Thaif.-Pamuji Setyawan-Dewangga-

Di depan masjid banyak penjual menjajakan berbagai macam suvenir khas Arab Saudi. Beberapa pedagang menawarkan parfum, serban, abaya, jam tangan, dan kacamata. Pedagang lainnya menjual kacang-kacangan, kurma, hingga buah anggur dan delima. Pak Her Suprabu dan beberapa jemaah haji khusus Konsorsium Solo sempat membeli anggur tanpa biji yang manis rasanya. Satu kotak kecil hanya 10 riyal. Memang kualitas buah-buahan di Thaif tak diragukan. Segar dan manis buahnya. (Bersambung)

Kategori :