Sangar! Ayah Mirna Salihin Pernah Suplai Senjata untuk TNI, Ini Bisnis Edi Darmawan yang Kontroversial

Senin 16-10-2023,07:01 WIB
Reporter : Retna Christa
Editor : Retna Christa

HARIAN DISWAY - Nama Edi Darmawan Salihin terkerek kembali berkat film Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso. Dalam film dokumenter Netflix itu, ia ditampilkan sebagai pribadi yang arogan.

Setelah film itu viral, Edi Darmawan Salihin beberapa kali diundang dalam talk show. Salah satunya di kanal YouTube Karni Ilyas Club. Ternyata, sosok aslinya memang seperti yang ditampilkan film Ice Cold.

Arogansinya itu membuat masyarakat bertanya-tanya, siapa ayah Mirna Salihin ini sebenarnya? Pengusaha apa dia? Berapa kekayaannya?

Berikut ini beberapa bisnis Edi Darmawan Salihin, ayah Mirna Salihin yang sosoknya kontroversial.

BACA JUGA: Dugaan Jessica Wongso Punya Kepribadian Ganda Tak Ada Dalam Film Ice Cold, Begini Kata Wamenkumham

BACA JUGA: 4 Rekomendasi Film Dokumenter Indonesia, Gak Kalah Cakep dari Ice Cold: Murder, Coffe and Jessica Wongso

Pengusaha Ekspedisi


SANGAR! Ayah Mirna Salihin pernah suplai senjata untuk TNI, ini bisnis Edi Darmawan yang kontroversial. Foto: rumah yang disebutkan sebagai kantor PT Fajar Indah Cakra Cemerlang di Google.-Google Street View-

Edi Darmawan Salihin memiliki sebuah usaha ekspedisi bernama PT Fajar Indah Cakra Cemerlang. Karyawannya sekitar 2.000 orang. Dalam pengakuannya, usaha itulah yang membuat dirinya kaya raya dulu.

Namun, perusahaan yang berkantor di Jakarta Pusat itu kini sudah tutup. Jika di-Googling, disebutkan bahwa PT Fajar Indah Cakra Cemerlang tutup secara permanen. Bahkan, foto arsipnya tidak akurat.

Jika diklik, foto street view dari kantor itu adalah sebuah rumah mewah di Jalan Puspowarno, Semarang, Jawa Tengah.

BACA JUGA: Hotman Paris Tanggapi Kasus Jessica Wongso, Ini Permintaannya kepada Presiden Jokowi

BACA JUGA: Film Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso: Pembunuh Mirna Itu Tak Bersalah?

Selain pengiriman barang, Edi Darmawan juga memiliki bisnis garmen di Cengkareng. Sebelum meninggal, Mirna Salihin yang dipasrahi mengelola bisnis tersebut.

Petani Cabai dan Singkong

Kategori :