Bisnis Menarik ala PCU di Manbision Festival 5.0 x Mr. Markett

Senin 13-11-2023,20:51 WIB
Reporter : Guruh Dimas Nugraha
Editor : Heti Palestina Yunani

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Hadir dengan konsep baru, Manbision Festival 5.0 x Mr. Markett dari Business Management Petra Christian University (PCU) suguhkan puluhan bisnis menarik rintisan mahasiswa.

BACA JUGA:[ADV] Lewat Shopee 11.11 Big Sale, Brand Lokal dan UMKM Catatkan Peningkatan Transaksi Hingga 7 Kali Lipat

Uniknya, ada bisnis karya mahasiswa berkonsep sustainable business dengan memanfaatkan limbah tekstil, yang ikut dipamerkan dalam gelaran festival tahunan ini.  Emang bisa anak kuliahan buka bisnis baru? Bisa banget!

BACA JUGA: Gelar SFF 2023, PCU Ajak Pelajar Peduli Lingkungan

Merintis bisnis baru memang bukan hal yang mudah. Butuh banyak persiapan yang harus dilakukan. Salah satunya adalah riset pasar.

Maka, Business Management PCU berkolaborasi dengan Petranesian (sebutan untuk mahasiswa atau alumni PCU) alumni. Yakni Michael Putra Bani.

Michael merupakan founder Kepo Market sekaligus owner Mr. Markett. Kedua pihak itulah yang menggelar Manbision Festival 5.0 x Mr. Markett pada 10-12 November 2023.

BACA JUGA: PCU Universitas Satu-satunya di Jatim yang memiliki Lateral Hydraulic Jack


Bisnis menarik ala PCU di Manbision Festival 5.0 x Mr. Markett. Bisnis Menarik ala PCU di Manbision Festival 5.0 x Mr. Markett. Terre's Wrap, karya mahasiswa PCU yang ramah lingkungan untuk mengganti plastik sekali pakai.- Petra Christian University-

Kegiatan yang digelar di Atrium HomePro Pakuwon Mall, Surabaya, merupakan festival tahunan. Tapi tahun ini, Manbision Festival hadir dengan konsep baru. Para mahasiswa PCU diajak untuk memamerkan produk-produk dari bisnis yang mereka rintis sendiri.

“Sebanyak 28 bisnis rintisan mahasiswa PCU dipamerkan dalam bentuk bazaar,” ungkap Sherly R Tanoto, Sekprodi Business Management PCU. Berbagai produk mulai dari food and beverages, fashion, hingga kerajinan tangan dari tanah liat, tersaji dengan apik.

Bahkan, ada bisnis berupa workshop menjahit outfit boneka teddy bear. Bisnis itu dijalankan oleh Gracea Febrinda, Petranesian mahasiswa. Nama brandnya: My Teddle. Dia mengusung konsep sustainable business.

BACA JUGA: PCU gelar International Conference on Empathic Architectur (ICEA)

"Bermula dari fenomena fast fashion yang membuat kebanyakan orang hanya memakai baju sekali pakai, karena mengikuti trend yang berubah cepat. Dampaknya, limbah tekstil juga semakin meningkat," ungkap Gracea. 

Padahal limbah tekstil termasuk sampah anorganik yang sulit diurai. “Saya dan tim mengolah baju bekas menjadi outfit boneka teddy bear. Selain itu, kami juga menawarkan workshop menjahit baju boneka untuk mengasah kreativitas anak-anak. Jadi mereka bisa desain baju boneka sesuai keinginan,” ujar mahasiswi angkatan 2021 itu.

Kategori :