Pemimpin Hizbullah Tanggapi Serangan Israel yang Tewaskan Pemimpin Hamas: Kita Tidak Bisa Diam!

Kamis 04-01-2024,10:40 WIB
Reporter : Muhammad Fachrizal Hamdani
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY – Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon Sayyid Hassan Nasrallah menyalahkan Israel akibat serangan drone yang menewaskan pimpinan Hamas Saleh al-Arouri pada Selasa, 2 Januari 2024.

Dia menyebut pembunuhan tersebut adalah "kejahatan besar dan berbahaya yang tidak bisa kita diamkan".

Melalui pidato yang disiarkan televisi pada Rabu, 3 Januari 2024, Nasrallah menyampaikan belasungkawa kepada Hamas atas peristiwa "agresi Israel yang mencolok" yang menewaskan Saleh al-Arouri.

Serangan drone yang terjadi di Beirut, Lebanon itu juga menewaskan dua komandan sayap militer Hamas Brigade Al-Qassam beserta empat anggota lainnya.


Wakil Kepala Biro Politik Hamas Saleh al-Arouri di Gaza pada 2 Agustus, 2018. Dia tewas akibat serangan drone Israel di Beirut, Lebanon pada Selasa, 2 Januari 2024. -Mohammad Austaz-Kantor Media Hamas via AP

BACA JUGA:Anies akan Dorong Ekonomi Padat Karya untuk Atasi Terbatasnya Lapangan Kerja

Juru bicara militer Israel Daniel Hagari tidak secara langsung mengomentari pembunuhan al-Arouri. Namun, dia mengatakan bahwa pasukan militer Israel "sangat siap untuk skenario apa pun" setelah serangan drone di Beirut itu.

Namun, Kepala Mossad David Barnea bersumpah pada Rabu, 3 Januari 2024 bahwa badan intelijen Israel tersebut akan memburu setiap anggota Hamas yang terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023, di mana pun mereka berada.


Juru Bicara Militer Internasional Israel (IDF) Daniel Hagari ketika di depan kawasan terowongan yang diklaim milik Hamas yang terhubung dengan RS Rantissi, Selasa 14 November 2023. -X (Twitter) @IDF-

Pernyataan Barnea tersebut tampaknya menjadi indikasi terkuat terhadap serangan drone yang menewaskan Wakil Kepala Biro Politik Hamas Saleh al-Arouri di Beirut itu.

BACA JUGA:330 Kepala Desa Log In dengan Relawan Jawi Wetan sebagai Ucapan Terima Kasih kepada Jokowi

Andrea Dessi, asisten profesor hubungan internasional di American University of Rome, mengatakan bahwa sepertinya tidak akan ada eskalasi langsung dalam beberapa hari mendatang setelah serangan tersebut.

"Namun, ancaman itu ada," kata Dessi kepada Al Jazeera.

Dessi mengatakan bahwa reaksi harus muncul suatu saat nanti karena “kredibilitas Hizbullah dan Nasrallah dipertaruhkan”. Mengingat dalam pidato sebelumnya, Nasrallah menyatakan bahwa pembunuhan semacam itu akan mendapat tanggapan.

BACA JUGA:Sempat Dukung Israel, Kapal Induk USS Gerald R. Ford Balik ke Amerika Serikat

Kategori :