Cheng Yu Pilihan Pengajar Musik Asal Indonesia di Shanghai Anastasia Kosasih Tai Shang Yi Fen Zhong, Tai Xia Shi Nian Gong

Sabtu 13-01-2024,00:13 WIB
Reporter : Novi Basuki & Anna Quan Wong
Editor : Heti Palestina Yunani

HARIAN DISWAY - Sukses memang tidak bisa diraih dengan gampang. Mungkin terkecuali kalau Anda punya orang dalam. Atau Anda adalah generasi pewaris, bukan perintis. Atau Anda lagi ketiban hoki. 

Makanya, orang-orang yang telah berhasil, umumnya melalui proses yang panjang dan berjenjang. Tidak simsalabim jadi. Tertatih-tatih dari bawah hingga mencapai puncak. Bahkan berdarah-darah dalam berproses. 

Dengan godokan proses itulah, yang kelak akan menjadikan mereka lebih dewasa dalam menghadapi problem yang ada. Tidak menjadi manusia yang kagetan.

BACA JUGA: Cheng Yu Pilihan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) Jokhanan Kristiyono: Yu Shi Tui Yi

Itulah mengapa, "Dalam mengerjakan sesuatu, kita harus benar-benar punya fondasi yang kuat, supaya apa yang kita kerjakan tidak cepat runtuh," kata Anastasia Kosasih. 

Anastasia yang guru musik di Shanghai, Tiongkok, makin mendapatkan penegasan dari gurunyi yang bilang, "Tidak masalah terlambat, yang penting kuat."

Dalam artian, kita tidak perlu grusa-grusu. Semua ada waktunya. Sebab bila sebaliknya, pepatah Tiongkok klasik jauh-jauh hari sudah mengingatkan, "欲速则不达" (yù sù zé bù dá): yang terburu-buru, yang instan-instan, tak akan sampai ke tujuan.

BACA JUGA: Cheng Yu Pilihan Fashion Educator Aryani Widagdo: Xue Hai Wu Ya

Barangkali ada baiknya kita merenungkan petuah Tiongkok lainnya, "台上一分钟,台下十年功" (tái shàng yī fēn zhōng, tái xià shí nián gōng).

Yang terjemahan letterlijk-nya kira-kira: penampilan di atas panggung yang hanya satu menit, membutuhkan latihan di bawah panggung selama sepuluh tahun.

Anastasia yang performa musiknya luar biasa sehingga bisa menjadi pengajar musik di Shanghai sana, jelas karena ditopang oleh tempaan jam terbang berlatih yang lama. (*)

Kategori :